BAYANGAN  DI SIMETRI TAKDIR

BAYANGAN DI SIMETRI TAKDIR

  • WpView
    LECTURAS 13
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, oct 29, 2025
Rafian Azkara Prakarsa (29 tahun, Arsitek ) selalu memandang hidup dan cinta dengan logika struktur. Ia telah menghabiskan beberapa tahun hidupnya sebagai Bayangan Setia bagi sahabatnya, Isvara Diajeng Baswara (28 tahun, Dokter Spesialis Anak). Ia mengatur hidup Isvara, mengurus segala krisis, dan melindunginya dengan intensitas yang luar biasa, tetapi Rafian terlalu tidak peka untuk menyadari bahwa perasaannya yang mendalam itu adalah cinta. Baginya, itu hanyalah 'tanggung jawab persahabatan', sementara Isvara terlalu takut untuk mengungkapkannya. Lelahan menunggu sinyal yang tak kunjung datang, Isvara bertunangan dengan pria lain yang datang dengan kedewasaan serta keberanian. Di ambang janji suci, Rafian akhirnya membuat pengakuan tulus. Pengakuan itu memaksa Isvara menghadapi pilihan: melanjutkan pernikahan yang ia mulai dengan keraguan, atau memilih Simetri Takdir yang telah lama menunggunya di sisi Rafian. Akankah cinta yang telah menjadi bayangan selama bertahun-tahun ini akhirnya berani melangkah ke Cahaya
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Nala dan Mas Juragan
  • Nakula
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Salah Status
  • Prahara Lamaran [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Kembang Desa

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido