Jatuh, Bangkit, Kayuh Lagi

Jatuh, Bangkit, Kayuh Lagi

  • WpView
    Reads 137
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 9, 2025
Lio baru lima tahun, tapi ia sudah mengenal rasa takutㅡtakut jatuh, takut gagal, takut mengecewakan ayahnya. Setiap kali sepedanya oleng, lututnya memar, tapi yang paling perih ternyata bukan luka di kulit, melainkan tatapan kecewa yang ia pikir datang dari orang tuanya. Padahal, mungkin Andra dan Naya juga sama takutnyaㅡtakut tak menjadi orang tua yang cukup baik. Andra, seorang ilustrator yang kehilangan arah setelah proyek hidupnya gagal. Naya, dosen psikologi anak yang bisa menjelaskan teori tentang resiliensi, tapi kehilangan keseimbangannya sendiri. Di antara tumpukan cucian, deadline, dan tawa kecil Lio yang sering berubah jadi tangis, mereka belajar satu hal penting: kadang keseimbangan bukan dicari di sepeda, tapi di hati yang mau saling menunggu. Karena hidup, seperti belajar bersepeda, tak selalu tentang siapa yang paling cepat melaju. Tapi tentang siapa yang mau terus mengayuh, meski sempat jatuh, dan memilih bangkit lagiㅡbersama.
All Rights Reserved
#10
fiksikeluarga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Place You Left Me (Menuz) [END]
  • MOTHER
  • GAREL ; POSESIF BROTHER
  • BOUND WITHOUT LOVE (END)
  • Stealing My Husband
  • Unexpectedly Yours
  • Gila!?, Gue Jadi Kucing?! (Hiatus)
  • My Step Mom? [END] ✔️ - REVISI
  • ATMA FATAMORGANA
  • Dua Langit Berbeda

🌴🎀 "Di rumah yang asing, mereka belajar bahwa jarak bisa menyusut hanya dengan satu kalimat: Jangan terlalu jauh." "Kadang cinta tidak datang sebagai dentuman... tapi sebagai langkah kecil yang hampir tidak terdengar."

More details
WpActionLinkContent Guidelines