Lio baru lima tahun, tapi ia sudah mengenal rasa takutㅡtakut jatuh, takut gagal, takut mengecewakan ayahnya. Setiap kali sepedanya oleng, lututnya memar, tapi yang paling perih ternyata bukan luka di kulit, melainkan tatapan kecewa yang ia pikir datang dari orang tuanya. Padahal, mungkin Andra dan Naya juga sama takutnyaㅡtakut tak menjadi orang tua yang cukup baik.
Andra, seorang ilustrator yang kehilangan arah setelah proyek hidupnya gagal. Naya, dosen psikologi anak yang bisa menjelaskan teori tentang resiliensi, tapi kehilangan keseimbangannya sendiri. Di antara tumpukan cucian, deadline, dan tawa kecil Lio yang sering berubah jadi tangis, mereka belajar satu hal penting: kadang keseimbangan bukan dicari di sepeda, tapi di hati yang mau saling menunggu.
Karena hidup, seperti belajar bersepeda, tak selalu tentang siapa yang paling cepat melaju. Tapi tentang siapa yang mau terus mengayuh, meski sempat jatuh, dan memilih bangkit lagiㅡbersama.
Kaimora Rumi hidup di dalam ketidakpastian dunia hiburan. Kehidupannya sebagai artis papan tengah tidak selalu bisa memberinya dunia yang ia dambakan. Tidak banyak kesempatan yang tersedia bagi publik figur kelas medioker sepertinya.
Hatersnya bilang, Mora tidak cukup bertalenta. Mereka bilang, Mora tidak memiliki modal yang cukup untuk bersaing di dunia yang memiliki gelombang pasang surut tak terkendali. Sulit diprediksi.
Saat karirnya berada di ujung tanduk, lalu berangsur-angsur berhenti, sedangkan di saat yang sama hidup memaksanya untuk terus bergerak, Mora memilih satu jalan yang banyak merubah alur hidupnya.
Rented partner.
Menjadi pasangan sewaan bagi para pria yang perlu menyembunyikan identitas seksualnya. Dua dari tiga mantan kliennya, merupakan aktor terkenal. Papan atas.
Dan kini, Mora mendapatkan klien dari kolam yang sama.
Remi Laskamara. Salah satu aktor papan atas dengan bayaran termahal. Mora sempat terkejut karena ternyata, si idola banyak wanita itu ternyata gay!
Tapi apa peduli Mora? Itu bukan urusannya. Yang penting Remi memerlukan jasanya, membayar perannya, all clear.
Laki-laki itu ladang uang dan relasi, mana mungkin Mora menolak.
.
.
.
.
[Disarankan follow akun penulis terlebih dulu❤️🔥]