Jatuh, Bangkit, Kayuh Lagi

Jatuh, Bangkit, Kayuh Lagi

  • WpView
    Reads 136
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 9, 2025
Lio baru lima tahun, tapi ia sudah mengenal rasa takutㅡtakut jatuh, takut gagal, takut mengecewakan ayahnya. Setiap kali sepedanya oleng, lututnya memar, tapi yang paling perih ternyata bukan luka di kulit, melainkan tatapan kecewa yang ia pikir datang dari orang tuanya. Padahal, mungkin Andra dan Naya juga sama takutnyaㅡtakut tak menjadi orang tua yang cukup baik. Andra, seorang ilustrator yang kehilangan arah setelah proyek hidupnya gagal. Naya, dosen psikologi anak yang bisa menjelaskan teori tentang resiliensi, tapi kehilangan keseimbangannya sendiri. Di antara tumpukan cucian, deadline, dan tawa kecil Lio yang sering berubah jadi tangis, mereka belajar satu hal penting: kadang keseimbangan bukan dicari di sepeda, tapi di hati yang mau saling menunggu. Karena hidup, seperti belajar bersepeda, tak selalu tentang siapa yang paling cepat melaju. Tapi tentang siapa yang mau terus mengayuh, meski sempat jatuh, dan memilih bangkit lagiㅡbersama.
All Rights Reserved
#208
ceritakeluarga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dua Langit Berbeda
  • BOUND WITHOUT LOVE (END)
  • MOTHER
  • ATMA FATAMORGANA
  • Gila!?, Gue Jadi Kucing?!
  • My Step Mom?
  • Stealing My Husband
  • The Place You Left Me (Menuz) [END]
  • Unexpectedly Yours
  • GAREL ; POSESIF BROTHER

Dua anak kembar yang terpaksa terpisah sejak tangis mereka pertama kali terdengar di bumi-sang ibu membawa Saka, sang ayah membawa Kael. Satu tumbuh dalam kehangatan dan prestasi, dikelilingi senyum dan harapan. Satu lagi belajar bertahan di rumah yang keras, memeluk mimpi di dalam air, lalu kehilangannya oleh tangan yang seharusnya melindungi. Mereka hidup di dunia yang sama, bersekolah di tempat yang sama, bahkan memiliki wajah yang hampir serupa. Namun tidak pernah tahu bahwa darah yang mengalir di tubuh mereka berasal dari luka yang sama. Ini adalah kisah tentang keluarga yang retak, mimpi yang dipatahkan, dan dua saudara yang berjalan berdampingan tanpa pernah benar-benar bertemu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines