INDIGO: Bayangan Yang Saling Menjaga

INDIGO: Bayangan Yang Saling Menjaga

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Thu, Oct 30, 2025
WpInfo
Fiction
Horror
Aku pertama kali melihatnya di hari pertama sekolah. Duduk sendirian di dekat jendela, makan bekal tanpa suara, menatap hujan seperti sedang mendengarkan sesuatu yang tak bisa kudengar. Aku tahu dia berbeda. Bukan karena caranya berbicara-dia hampir tak bicara. Tapi karena caranya **bertahan**. Seperti rumah tua yang catnya mulai mengelupas, tapi masih berdiri tegak meski ditinggal semua orang. Namanya Citra. Anak yatim piatu. Tinggal sendirian di perumahan kosong. Dan entah kenapa, sejak hari itu, aku tak bisa berhenti memperhatikannya. Aku bukan orang baik. Aku sering marah, kadang gegabah, dan punya kebiasaan buruk menahan semuanya sendiri. Tapi sejak aku tahu ada sesuatu yang mengintainya dari dunia lain-sesuatu yang ingin menariknya kembali ke kegelapan-aku bersumpah dalam hati: *Aku akan melindunginya.* Bukan karena takdir. Bukan karena kekuatan. Tapi karena **dia layak punya masa depan yang tenang**-meski dunia gaib berkata sebaliknya. Dan jika untuk itu aku harus berdiri di antara dia dan neraka... maka biarlah.
All Rights Reserved
#74
indigo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tumbas Janji Lawas
  • Pengantin Alam Sebelah
  • Gata
  • Got dropped into a ghost story, still gotta work (1-200)
  • Napak Tilas (Selesai)
  • UNIT KOSONG (TAMAT)
  • Hilang
  • DESA PININGIT (M-PREG)
  • Jangan Lembur Sendirian
  • Daddy's Little Baby

Di usia dua puluh tahun, hidup Baskara berubah menjadi mimpi buruk. Setelah kedua orang tuanya meninggal secara misterius, ia mulai melihat sosok-sosok gaib dan mendengar bisikan aneh yang terus memanggil namanya. Satu-satunya petunjuk datang dari pamannya "Pergi ke Desa Wanasura dan temui ketua adat yang mengetahui rahasia orangtua kamu,maaf paman ngga bisa bantu banyak". Namun sesampainya di desa terpencil itu, ketua adat telah meninggal. Yang tersisa hanya putranya-Hegar, Hegar menyembunyikan sesuatu. Sesuatu yang berhubungan dengan kutukan keluarganya... dan makhluk-makhluk yang kini memburunya setiap malam. Di antara teror, kutukan, dan bisikan makhluk tak kasat mata, tumbuh perasaan yang seharusnya tidak ada. Karena semakin dekat Baskara dengan Hegar, semakin besar kemungkinan salah satu dari mereka harus dikorbankan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines