KAYRA
  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 4, 2025
Malam itu dunia berhenti sedikit lebih lama. lampu rumah masih nyala, tapi rasanya dingin kayak gak ada siapa-siapa. Kayra duduk diam, tangan dingin, matanya kosong. bukan karena gak punya air mata, tapi karena udah habis buat hal-hal yang gak pernah balik dan terulang lagi. 💔💔💔 Keira manggil namanya, tapi suara itu cuma jadi gema di kepala, gak nyampe ke hati. Kadang kayra mikir, mungkin hidup emang cuma permainan sabar, atau mungkin Tuhan iseng ngasih dia kesempatan kedua buat ngerasain sakit dari sudut lain. Kayra gak lagi marah, gak juga nyalahin siapa siapa. dia cuma pengin ngerti....kenapa orang yang paling pengin dia jaga dan sayangi selalu pergi duluan? Kenapa setiap kali dia mulai percaya, dunia malah robek di depan matanya? Dan kalau cinta emang bisa nyembuhin segalanya, kenapa yang paling paling selalu ada dipaksa pergi? Kalau semua orang bisa pergi kapan aja... siapa yang bakal tetap tinggal? Kayra cuma pengin dicintai ...bukan dibandingkan.
All Rights Reserved
#39
keira
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • President's Wife
  • Skyline Marriage
  • 𝐇𝐈𝐒 𝐒𝐖𝐄𝐄𝐓𝐒𝐔𝐆𝐀𝐑
  • Kamu Hanya Milikku
  • El and Jerganio (End)
  • GUMI [Completed]
  • MORSE: POSSESSIVE EX
  • Heyu : Second Gear
  • The Cold Ceo's Hidden Heir

Dewandra telah memantapkan hati untuk tidak pernah menikah. Selama 25 tahun, ia mengabdikan hidup sebagai tentara setia demi melindungi negara. Hingga di usia 41 tahun, ia diangkat menjadi pemimpin tertinggi-menyandang status RI 1. Dua tahun menjabat pasca-lengsernya sang ayah yang merupakan Presiden ke-8, Dewandra tetap tak sedikit pun terusik oleh bayangan pernikahan. Namun, takdir rupanya punya rencana lain. Pada perayaan Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2025, matanya tak sengaja menangkap sosok gadis berkebaya putih dengan kain batik merah. Rambutnya tergerai indah, dihiasi senyum manis yang menawan. Meski hanya tatapan sekilas, wajah itu seolah tertanam permanen dalam ingatannya. Gadis itu adalah Natasha Aira Van-dijk Chandramukhti-putri tunggal dari salah satu menteri di kabinetnya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines