Dari Luka Aku Belajar Bernapas

Dari Luka Aku Belajar Bernapas

  • WpView
    Membaca 50
  • WpVote
    Vote 13
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Nov 6, 2025
> "Kamu tahu rasanya hidup, tapi seperti tidak benar-benar ada?" Biyaraa Zhevanea Fredellya tidak pernah meminta untuk lahir di tengah keluarga yang retak. Ia hanya ingin dicintai tanpa harus menahan napas setiap kali mendengar suara pertengkaran di rumahnya. Di balik senyumnya yang lembut, ada luka yang dalam-tentang orang tua yang terlalu sibuk saling menyalahkan, dan teman-teman yang perlahan menjauh tanpa alasan. Hingga suatu hari, hidup mempertemukannya dengan seseorang yang membuatnya percaya bahwa mungkin... tidak semua yang datang akan pergi meninggalkan luka. Tapi, bisakah hati yang patah benar-benar belajar bernapas lagi? Sebab dari luka, Biyaraa belajar tentang kehilangan, bertahan, dan arti mencintai dirinya sendiri.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#13
familyangst
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • The Time
  • EVANESCENT
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • I'm Not Just a Figuran
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan