Dari Luka Aku Belajar Bernapas

Dari Luka Aku Belajar Bernapas

  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 6, 2025
> "Kamu tahu rasanya hidup, tapi seperti tidak benar-benar ada?" Biyaraa Zhevanea Fredellya tidak pernah meminta untuk lahir di tengah keluarga yang retak. Ia hanya ingin dicintai tanpa harus menahan napas setiap kali mendengar suara pertengkaran di rumahnya. Di balik senyumnya yang lembut, ada luka yang dalam-tentang orang tua yang terlalu sibuk saling menyalahkan, dan teman-teman yang perlahan menjauh tanpa alasan. Hingga suatu hari, hidup mempertemukannya dengan seseorang yang membuatnya percaya bahwa mungkin... tidak semua yang datang akan pergi meninggalkan luka. Tapi, bisakah hati yang patah benar-benar belajar bernapas lagi? Sebab dari luka, Biyaraa belajar tentang kehilangan, bertahan, dan arti mencintai dirinya sendiri.
All Rights Reserved
#13
familyangst
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • EVANESCENT
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Tsundere Maniak Susu

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines