Hilang Di Antara Lorong

Hilang Di Antara Lorong

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 3, 2025
WpInfo
Fiction
Mystery
Di antara lorong yang gelap, langkah kaki itu tak pernah berhenti. Naira hanya ingin melupakan, tapi masa lalu justru menuntunnya kembali pada rahasia yang seharusnya terkubur. Malam itu dia menemukan buku harian tua milik murid yang hilang lima tahun lalu. Di dalamnya, tertulis hal-hal yang seharusnya mustahil... termasuk nama Naira sendiri. Setiap halaman yang ia baca membawa kembali kenangan yang ingin ia lupakan tentang pertemanan, pengkhianatan, dan dosa yang tak bisa ditebus. Karena terkadang, yang menghantui kita bukanlah arwah... Melainkan rasa bersalah yang hidup di dalam diri sendiri. Bagaimanakah kelanjutan nya? ayo kita baca sama-sama cerita ini.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bound to Him
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • Hello, Mr. Mafia!
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • Fraktal Rahasia (Selesai)
  • My Perfect Model ( Republish )
  • (END) SETTING THE PATH OF LIFE - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • SHEA SANG FIGURAN
  • Shadow in the Lab
  • Defiant [END]

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines