THE FINAL ACT [Ends]

THE FINAL ACT [Ends]

  • WpView
    Reads 18,735
  • WpVote
    Votes 1,784
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadComplete Sat, Mar 14, 2026
Eliot Huang dikenal sebagai aktor paling sempurna di Tiongkok - wajah yang tak pernah gagal memikat kamera, suara yang bisa menenangkan, tatapan yang membuat dunia berhenti sesaat. Namun di balik ketenaran itu, Eliot telah lama kehilangan dirinya. Hidupnya kering dan sunyi - gurun luas yang tak pernah mengenal hujan. Lalu datang Jiang Heng. Pemuda sederhana, hangat, polos, dan jujur. Kehadirannya seperti oasis kecil yang tiba-tiba muncul di tengah padang kehampaan Eliot. Tapi cinta, bagi Eliot, tak pernah sederhana. Rasa ingin melindungi perlahan berubah menjadi rasa ingin memiliki. Dan dalam dunia yang penuh topeng, ia menulis naskah baru - naskah di mana Jiang tak pernah bisa keluar darinya. .. Disclaimer: Eliot dan Jiang punya diri mereka sendiri. cerita ini hanya fiksi, segala sesuatu yang ada di dalam nya sama sekali tidak ada hubungannya dengan real life mereka.
All Rights Reserved
#130
abodesire
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love me or die
  • The Servant [James Harem]
  • I'm Not Just a Figuran
  • Jodoh Pilihan Mama
  • TOXIC BOYFRIEND
  • Justine
  • Same, But Not
  • Garwo
  • Last Hope - Cawooz
  • FRIEND'S? - KRATINGMEEN

"Gila! Axelio benar-benar sakit jiwa!" umpat Yura keras-keras pada kamar kosnya yang sepi. Bagaimana tidak? Axelio Valcrest, sang antagonis pria berdarah dingin, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Arcelia , si female lead yang berhati malaikat. Cinta yang semula indah berubah menjadi obsesi gelap yang mengerikan. Karena cintanya ditolak-sebab Arcelia mencintai sahabat kecilnya, Elvano sang male lead utama-Axelio tanpa ragu menghabisi Elvano dan mengurung Arcelia di dalam mansion mewahnya yang menyerupai sangkar emas. Namun, yang paling membuat Yura meradang adalah nasib tunangan Axelio, Ravena Dracarys. Sebagai antagonis wanita, Ravena begitu terobsesi pada Axelio. Puncaknya, hanya karena Ravena menampar Arcelia demi mempertahankan harga dirinya, Axelio tanpa belas kasihan mengeksekusi tunangannya sendiri. Perut Yura tiba-tiba berbunyi nyaring, memutus untaian kekesalannya. "Aduh, lapar lagi. Keluar bentar deh, di depan gang biasanya masih ada yang jual nasi goreng." Sambil bersenandung kecil untuk mengusir sepi, Yura berjalan menyusuri trotoar malam yang lengang. Dia baru saja hendak menyeberang jalan ketika seberkas cahaya silau memedihkan matanya dari arah samping. Tinnnnnnnnnnn! "Ravena... Sayang, bangun..." Gila! Gue transmigrasi?! jerit Yura dalam hati. "Axel, aku ingin membatalkan pertunangan kita." "Ravena Dracarys..." Axel berbisik rendah, suaranya terdengar seperti seringai iblis yang merayap di kulit. "Kau pikir... kau siapa bisa memutuskan untuk membatalkan pertunangan ini secara sepihak, hm?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines