CLARA PARAMITA hanya memiliki satu mimpi: mengenakan seragam, menjalani tempaan keras Akademi Militer, dan mengabdi pada negara. Ia berjuang seorang diri, menolak kemudahan dari mana pun.
Namun, perjuangannya terhenti ketika ia bertemu ANGKASA ADITAMA, CEO muda yang dingin, arogan, dan sangat berkuasa. Angkasa, yang terbiasa mendapatkan segala yang ia inginkan dengan uang, terpikat pada ketegasan Clara yang basah oleh keringat. Ia melihat Clara sebagai Bintang yang harus ia miliki.
Alih-alih merayu, Angkasa melamar Clara dengan ancaman dan janji: Menikahlah denganku, dan aku akan menjadi benteng yang melindungi semua keputusanmu. Atau kau akan berjuang sendirian hingga jatuh ke tanganku.
Clara dihadapkan pada dilema fatal: Menolak Angkasa demi harga diri dan menghadapi kesulitan yang mungkin menghancurkan mimpinya, atau menerima Angkasa, menggunakan kekuasaannya sebagai landasan peluncuran ambisinya, meskipun harus mempertaruhkan integritas cintanya.
Bintang di Ujung Senja adalah kisah epik tentang benturan dua dunia-disiplin militer dan kekuasaan konglomerat. Ini adalah kisah tentang cinta sejati yang tidak menuntut penyerahan mimpi, melainkan menyediakan perlindungan untuk mewujudkannya.
Dari perjuangan Clara dan Angkasa, hingga kisah romansa Langit dan Diandra, dan generasi-generasi berikutnya, novel ini membuktikan bahwa cinta sejati bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan warisan terkuat yang terus dibangun, untuk melindungi integritas dan ambisi.
Mampukah cinta mereka bertahan di tengah jarak, gosip, dan kekuasaanyang berpotensi merusak janji suci? Dan apakah Sang Bintang akan tetap bersinar, meski berada dalam perlindungan Sang Benteng?
Tous Droits Réservés