Vespera: Silent Prayer.

Vespera: Silent Prayer.

  • WpView
    LECTURAS 26
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, oct 31, 2025
Di sebuah sekolah religius yang dikenal karena kebebasan beragamanya, sekelompok murid hidup dengan harmoni yang jarang ditemukan. Mereka berdoa di tempat yang berbeda, menyebut nama Tuhan yang berlainan, namun tetap berjalan bersama tanpa pernah mempermasalahkan siapa yang benar atau salah. Raden, ketua kelompok itu, seorang siswa karismatik dengan rasa ingin tahu yang terlalu besar. Dia mengusulkan sesuatu pada suatu malam, yaitu uji nyali di rumah tua di pinggiran kota. Rumah itu dikenal dalam kisah lama sebagai tempat di mana doa apa pun tidak bisa menembus dindingnya. Awalnya hanya permainan, hanya keberanian yang ingin dibuktikan. Namun begitu mereka melangkah masuk, meja berbalik. Rumah itu bukan sekadar tempat berhantu, ia menelan bagian dari mereka sebagai "Pertukaran." Sejak malam itu, setiap dari mereka mulai melihat hal-hal yang tak dapat dilihat siapa pun di kota itu, sebuah bayangan yang berdoa tanpa kepala, lilin yang menyala sendiri, suara-suara yang menyebut nama mereka di tengah misa. Dan semakin lama mereka menatap dunia yang baru itu, semakin tipis garis antara iman dan kegilaan. Kini mereka harus mencari jalan keluar dari penglihatan yang bukan milik manusia, sebelum sesuatu.. atau seseorang, mengambil keseluruhan diri mereka. - Fin.
Todos los derechos reservados
#98
horror-thriller
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Hello, Mr. Mafia!
  • Fraktal Rahasia
  • Bound to Him
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • My Perfect Model ( Republish )
  • Shadow in the Lab
  • (END) Setting the Path of Life - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • Defiant [END]
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • SHEA SANG FIGURAN

Arunika Sandyakala, gadis 22 tahun yang tengah menikmati healingnya di Italia, tepatnya di kota Roma, harus bernasib sial karena tiba-tiba diculik oleh beberapa pria berbadan besar dan di sekap di ruang bawah tanah. Dia mengumpati nasib sial yang menimpanya. Kenapa harus berakhir sial menjadi tawanan salah tangkap? Bukannya takut hidupnya berakhir begitu saja di hadapan pria yang menjadi ketua Mafia terbesar di daratan Eropa itu, Arunika malah mengumpati pria pertengahan 30 tahun itu sejadi-jadinya. Matteo, pemimpin Mafia terkenal di daratan Eropa itu cukup takjub dengan gadis yang mengaku korban salah tangkap oleh bawahannya. Dia cukup takjub dengan keberanian Arunika yang meludahinya sembari mengumpat dengan suara melengking khas gadis itu, membuat telinganya pengang selama beberapa detik. "Kau salah tangkap bajingan! Lagi pula untuk apa aku menjadi mata-mata Mafia mu? Not my style sekali, tuan!" ••• This is my first story, don't plagiaze it!

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido