Boleh Jadi Esok Hari

Boleh Jadi Esok Hari

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 1, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Di dalam sebuah toko kue kecil, seorang remaja yang berjuang membantu ekonomi keluarganya, Agra, memiliki prinsip bahwa segala sesuatu itu pasti telah di gariskan. Pribadinya itu selalu kuat. Namun kali ini takdir yang harus dia lalui bukanlah suatu hal mudah, mulai dari pertemuannya dengan gadis beruntung yang perlahan menggoyahkan prinsipnya yaitu "Hanya Takdir. Tidak ada keberuntungan. Nasib baik yang di terima bukanlah keberuntungan melainkan hasil dari usaha atau suatu hal yang telah kita kerjakan dengan baik lalu balasannya datang sendiri kepada kita."hingga takdir paling kejam yaitu sebuah badai bernama EXOL yang menjadi sebuah kehancuran bagi seluruh umat manusia di dunia dan Masked Villain yang juga menjadi teror ketakutan bagi orang-orang. Akankah Agra dapat melalui itu semua dengan mudah? Bisakah dia menerima kata takdir lagi setelah banyak hal mengerikan terjadi? Boleh jadi esok hari bukan hanya sekadar nama yang puitis, melainkan memiliki makna dalam dari sebuah ikatan, pertemanan hingga kehilangan yang paling tidak kita inginkan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Transmigrasi Ziora
  • The Time
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines