THE RAIN WITH HIM

THE RAIN WITH HIM

  • WpView
    Reads 160
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 21, 2025
Seira, seorang cewek kalem yang memiliki masa lalu kelam, adalah seorang psikolog. Ia menjadi psikolog bukan tanpa alasan, melainkan untuk mempelajari seberapa jauh mentalnya rusak oleh perbuatan orang tuanya. Jave, seorang cowok semester 4 jurusan psikologi, saat sedang berada di cafe mengerjakan tugas kuliah, ia tak sengaja melihat seorang cewek berdiam diri di samping kursi taman dengan ditemani rintik hujan yang membasahi dirinya. Jave yang tak tega melihat cewek itu basah kuyup di bawah lebatnya hujan pun berjalan keluar dari cafe, mengambil salah satu payung yang tersedia di depan pintu cafe. Seira tersentak saat membuka matanya, melihat seorang cowok yang sedang memanyugi dirinya, dengan nafas yang tersenggal-senggal. Seira menatap cowok tinggi yang berada di depannya. jave yang masih sedikit tersenggal-senggal akibat berlari dari cafe ke arah taman pun ikut menatap ke arah cewe tersebut, menatap mata yang bengkak itu, "dia sedang menangis?" pikir jave. Cover by pinterest.✨
All Rights Reserved
#107
masakelam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Tsundere Maniak Susu
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines