Di Bawah Langit Jingga

Di Bawah Langit Jingga

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 2, 2025
Semuanya berawal dari sebuah sore di taman kecil- di bawah langit jingga yang hangat, saat Geisya memberikan sebutir permen pada anak lelaki yang menangis sendirian bernama Kaniel. Hari itu menjadi awal dari persahabatan kecil yang tulus, penuh tawa dan janji sederhana: "Kita akan selalu bersama." Namun waktu memisahkan mereka tanpa penjelasan. Kaniel menghilang begitu saja, meninggalkan Geisya dengan rindu yang tumbuh bersama waktu. Hingga bertahun kemudian, di SMA, takdir kembali mempertemukan mereka- di bawah langit yang sama, dengan hati yang sudah tak lagi sama. Antara luka lama dan rindu yang belum reda, Geisya harus memilih: menjauh untuk melindungi hatinya, atau memberi kesempatan pada seseorang yang dulu pergi tanpa pamit- untuk kembali mengisi ruang yang pernah ia tinggalkan. Karena kadang, cinta pertama tidak benar-benar pergi. Ia hanya menunggu waktu yang tepat... untuk pulang di bawah Langit Jingga yang sama. :belum aku revisi lagi gaiss..
All Rights Reserved
#17
geisha
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Beneath Her Forbidden Touch"
  • Change The Plot (Niel)
  • Drama di Pintu Kosan
  • REGAN's Crazy Wife
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {End}
  • BACKSTREET
  • Mission
  • Chana's Transmigrasi

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines