⚠️ Warning - Mature Content
Cerita ini mengandung adegan kekerasan, darah, tembak-menembak, dan sensual realistis. Semua tokoh & peristiwa bersifat fiktif. Baca dengan kebijaksanaan diri sendiri.
Ketika dokumen rahasia negara-Crimson Protocol-dicuri dalam serangan internasional, Indonesia berada di ambang perang diplomatik.
Dan satu nama tiba-tiba muncul sebagai target utama:
Nayara Adine Putri.
Diplomat muda paling cerdas di negaranya.
Putri Presiden Republik Indonesia.
Dan perempuan yang kini diburu oleh jaringan bayangan dunia.
Untuk melindunginya, negara mengirim seseorang yang tidak pernah gagal dalam misinya:
Kael Darenda, komandan unit elite SATERA-dingin, lethal, disiplin, dan hanya lembut pada orang yang tidak boleh ia sentuh.
Tetapi ancaman terhadap Nayara bukan sekadar politik.
Bukan sekadar negara.
Ini pribadi.
Seorang diplomat asing menatap Nayara seperti kepemilikan.
Terobsesi.
Mengikuti setiap langkahnya.
Dan perlahan menghapus batas antara cinta, kegilaan, dan kehancuran.
Ketika konvoi dibombardir, konferensi dunia diserang, safehouse diretas, hingga penculikan terjadi dalam senyap, Nayara menyadari satu hal:
Ia bukan hanya target politik-ia kunci perang global.
Di tengah tembok istana yang retak oleh pengkhianatan, di antara darah, peluru, dan pertempuran tak terlihat...
Nayara dan Kael dipaksa berdiri berdampingan.
Musuhnya pintar.
Negaranya goyah.
Dunia menunggu jatuhnya Indonesia.
Dan satu-satunya hal yang lebih berbahaya daripada obsesi seseorang yang ingin memilikinya-
adalah lelaki yang bersumpah tidak akan membiarkannya jatuh.
Dalam perang politik dan bayangan, cinta bukan sekadar larangan.
Cinta adalah peluru terakhir.
CRIMSON PROTOCOL
Dalam dunia penuh konspirasi, kadang yang paling mematikan bukanlah musuh...
melainkan perasaan yang tak seharusnya tumbuh di tengah perang
Permainan telah dimulai.
Alrick sudah menetapkan Annisa sebagai target baru taruhannya.
Namun perlahan, permainan mulai bergeser menjadi sesuatu yang tak bisa lagi Alrick kendalikan.
Akankah Alrick memenangkan hati Annisa, sang gadis incaran, hanya untuk mematahkannya berkeping-keping?
Ataukah justru pemuda itu yang akan tenggelam dalam daya tarik lawan yang tak bisa ia pahami?