We Or Me

We Or Me

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 31, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Mencintai dalam diam ternyata tak semudah yang dibayangkan, menyimpan perasaan itu sendiri tanpa ada yang tahu. Menahan perasaan agar tak menjadi boomerang untuk diri sendiri. Terdengar sangat klise. Mungkin semua orang pernah merasakan mencintai seseorang dalam diam. Namun bagi seorang Ashila Miara mencintai dalam diam seorang Resi Fadhilah merupakan hal yang harus dia lakukan karena ada banyak hati yang terlibat. Ketakutan akan apa yang terjadi jika ia menyatakan perasaannya. Apakah akan berakhir bahagia seperti cerita novel atau bahkan cintanya tak berbalas. Apakah tidak ada hati yang tersakiti jika ia menyatakan perasaannya?. Apakah semuanya akan baik-baik saja ketika dia berterus terang? "jadi kayak gini ya rasanya patah hati sebelum jatuh cinta" gumamnya. "Sorry, aku ngga bermaksud buat nyakitin kamu" ucap pemuda didepannya. "Kamu ngga salah kok. Ini salah aku karena sudah suka sama kamu. Aku yang harusnya minta maaf karena sudah buat kamu ngga nyaman" balasnya.
All Rights Reserved
#74
mia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • The Time
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines