CINTA TANPA PASPOR

CINTA TANPA PASPOR

  • WpView
    Reads 58
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadComplete Fri, Oct 31, 2025
Li Mei, seorang gadis muda dari China, menemukan takdirnya dalam bentuk notifikasi di aplikasi Telegram. Di seberang ribuan kilometer, ia terhubung dengan Alex, pria Indonesia yang ceria, yang perlahan mengajarinya sedikit Bahasa Indonesia dan mengisi hari-harinya dengan tawa, impian, dan janji pertemuan. Selama berbulan-bulan, ikatan mereka tumbuh kuat. Li Mei mengumpulkan uang dari kerja kerasnya, memegang erat liontin bintang laut yang dikirim Alex sebagai janji selamat datang, dan menghitung mundur hari menuju pelukan pertama mereka. Namun, hanya tiga hari sebelum Li Mei terbang, Alex tiba-tiba menghilang tanpa kabar. Dengan tekad nekad, Li Mei memutuskan untuk menepati janji mereka sendirian. Ia meninggalkan kampung halaman, terbang ke Indonesia, dan memulai perjuangan hidup yang pahit. Ia bertahan dengan bekerja serabutan, tidur di tempat seadanya, dan hanya berbekal sedikit Bahasa Indonesia, ia terus mencari jejak Alex. Setelah perjuangan panjang yang menguras air mata dan tenaga, Li Mei akhirnya menemukan alamat Alex di sebuah kota kecil. Harapan Li Mei membara, siap untuk menghadapi Alex yang sakit dan memeluknya. Namun takdir berkata lain. Di balik pagar rumah sederhana itu, Li Mei disambut oleh karangan bunga duka cita. Alex telah meninggal dunia tiga hari sebelum ia tiba. Dunia Li Mei runtuh. Cinta yang ia perjuangkan dengan menyeberangi lautan kini berubah menjadi kenangan yang takkan pernah bisa ia sentuh. Di depan makam Alex, Li Mei bersumpah: ia akan tetap tinggal di Indonesia, menjaga kenangan Alex sebagai bukti bahwa cinta sejati tidak butuh paspor, tetapi selalu meninggalkan jejak yang abadi. Copyright © 2025 Dark Falcon. All rights reserved.
All Rights Reserved
#163
brokenheart
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • The Villain Mother
  • Nala dan Mas Juragan
  • The Last Yes!
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • De Andere Weg (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Almost Married (END)
  • Chasing Sanara

🔞⚠️Note: Cerita ini 21+ ya. Isinya untuk dewasa, mohon bijak dalam membaca. ****** Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines