Li Mei, seorang gadis muda dari China, menemukan takdirnya dalam bentuk notifikasi di aplikasi Telegram. Di seberang ribuan kilometer, ia terhubung dengan Alex, pria Indonesia yang ceria, yang perlahan mengajarinya sedikit Bahasa Indonesia dan mengisi hari-harinya dengan tawa, impian, dan janji pertemuan.
Selama berbulan-bulan, ikatan mereka tumbuh kuat. Li Mei mengumpulkan uang dari kerja kerasnya, memegang erat liontin bintang laut yang dikirim Alex sebagai janji selamat datang, dan menghitung mundur hari menuju pelukan pertama mereka.
Namun, hanya tiga hari sebelum Li Mei terbang, Alex tiba-tiba menghilang tanpa kabar.
Dengan tekad nekad, Li Mei memutuskan untuk menepati janji mereka sendirian. Ia meninggalkan kampung halaman, terbang ke Indonesia, dan memulai perjuangan hidup yang pahit. Ia bertahan dengan bekerja serabutan, tidur di tempat seadanya, dan hanya berbekal sedikit Bahasa Indonesia, ia terus mencari jejak Alex.
Setelah perjuangan panjang yang menguras air mata dan tenaga, Li Mei akhirnya menemukan alamat Alex di sebuah kota kecil. Harapan Li Mei membara, siap untuk menghadapi Alex yang sakit dan memeluknya.
Namun takdir berkata lain. Di balik pagar rumah sederhana itu, Li Mei disambut oleh karangan bunga duka cita. Alex telah meninggal dunia tiga hari sebelum ia tiba.
Dunia Li Mei runtuh. Cinta yang ia perjuangkan dengan menyeberangi lautan kini berubah menjadi kenangan yang takkan pernah bisa ia sentuh. Di depan makam Alex, Li Mei bersumpah: ia akan tetap tinggal di Indonesia, menjaga kenangan Alex sebagai bukti bahwa cinta sejati tidak butuh paspor, tetapi selalu meninggalkan jejak yang abadi.
Copyright
© 2025 Dark Falcon. All rights reserved.
All Rights Reserved