cobaan yang datang selalu bertubi-tubi tanpa seseorang di hidup saya,apakah ini adil Tuhan? ucap Allura Nayyara
Namanya Allura Nayyara. Dalam masa remajanya menuju gerbang kedewasaan, ia harus berjibaku dengan berbagai rintangan-cinta, persahabatan, dan isu keluarga. Semua cobaan ini menjadi pemicu sebuah perubahan besar: Allura yang ceria kini tumbuh menjadi gadis yang pendiam. Gadis yang dulunya selalu bisa menghadapi masalah dengan senyuman itu, kini benar-benar tak sanggup lagi. Ia merasa sepi, terasing, dan tidak ada siapa pun di sisinya yang peduli untuk sekadar berbisik, "Apakah kamu baik-baik saja?"
Sekarang, Allura menjelma menjadi gadis yang tertutup rapat. Ia tak lagi sanggup berbagi cerita dengan siapa pun, seolah-olah sengaja memasang tembok tinggi untuk memisahkan dirinya dari dunia luar. Walaupun begitu, terkadang ia masih merindukan keceriaan dirinya yang dulu-masa-masa ketika ia dikelilingi banyak sahabat, dan juga ditemani oleh satu laki-laki yang selalu menjadi pendukung terbesarnya. Sayangnya, hubungan itu harus berakhir dengan perpisahan. Kini, mereka menjadi orang asing yang bahkan tak lagi berkomunikasi. Untuk sekadar menatap pun, Allura merasa sangat enggan. Dalam benaknya, hanya ada satu prinsip: "aku hanya hidup untuk diriku sendiri"
Akankah ia terus menunggu kebahagiaan itu kembali, atau justru menyerah, dan membiarkan dirinya tenggelam dalam kesendirian yang abadi?
Todos os Direitos Reservados