Story cover for DRESTAN (On Going) by Cancan23
DRESTAN (On Going)
  • WpView
    Reads 179,871
  • WpVote
    Votes 5,991
  • WpPart
    Parts 22
  • WpView
    Reads 179,871
  • WpVote
    Votes 5,991
  • WpPart
    Parts 22
Ongoing, First published Nov 01, 2025
Mature
18+ Karena kalah dalam bermain game ML. Audrey Cantika, harus mendapatkan hukuman, untuk mencium bibir siswa paling di takutkan, yaitu Drestan Prasetyo tanpa permisi. Begitu ciuman itu terjadi, Audrey pikir, itu selesai dengan aman. Namun, besoknya dan selamnya Drestan terus mengejarnya, bahkan mengklaim tanpa izin Audrey, seperti yang dilakukannya pada Drestan.

"Lo udah nyentuh gue. Apapun yang udah tersentuh sama gue, harus jadi milik gue selamanya!" Drestan.

Warning; full kata-kata kasar dan tema gelap.

(Revisi)
All Rights Reserved
Sign up to add DRESTAN (On Going) to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
I'M YOURS  by Blackteh
37 parts Ongoing
"Menyentuh gadisku? Siap-siap saja untuk ke neraka," ucap Ellard dengan penuh emosi. Ellard egois, Michi penurut Ellard Bengis, Michi lugu Ellard posesif, Michi manja Ini adalah kisah tentang seorang gadis manja dan tunangannya yang tak suka dibantah, seorang pria yang di mata orang lain terlihat kejam dan tak berperasaan. Ini kisah dari dua pasangan yang bucin dan menye-menye ya guys, kalau ga suka skip aja. Jangan lupa follow dan vote ya teman-teman ____ Ellard mengembuskan asap vape perlahan, wajahnya tetap dingin tanpa sedikit pun raut berubah. Ia hanya berdiri dari sofanya, langkah kakinya terdengar tegas saat mendekat. Semua orang menahan napas. Begitu sampai, tanpa berkata sepatah kata pun, Ellard membungkuk dan mengangkat Michi dari samping tubuh Yoona. Gadis itu memberontak kecil, meronta dengan tangannya yang lemah. "El, jangan. Yoona nggak salah" ucapnya di antara tangis. Ellard mendudukkannya di pangkuannya, kini dengan posisi yang membuat Michi tak bisa bergerak. Tubuhnya dicekam lembut tapi tegas oleh tangan dingin pria itu. Dengan suara rendah yang berbeda dari tadi, ia bertanya dengan nada rendah, nyaris hanya untuk Michi, "Kenapa bangun, Amor?" Bertanya tanpa menghiraukan perkataan gadisnya. Michi menunduk, bahunya terguncang menahan tangis, menatap Yoona yang tersiksa. "Yoona nggak salah" kalimat itu berkali-kali ia ucapkan dengan suara nyaris habis. Ellard hanya menunduk, mencium pucuk kepala Michi dengan lembut, tatapannya yang kembali menajam saat beralih ke Yoona. Lalu ia berkata datar, tanpa keraguan, "Lanjutkan." Aaron tak ragu. Wajahnya tetap datar, tangan sigap meneruskan tugasnya sebagai eksekutor perintah. "Kamu lihat, apa yang kamu lakukan. Orang lain juga akan mendapatkan imbasnya, sayang. Berpikirlah sebelum bertindak," katanya pada Michi, suaranya berat seperti pelajaran keras yang harus ia terima.
You may also like
Slide 1 of 9
I'M YOURS  cover
COMPLICATED LOVE [On Going] cover
ALERIC : MY CRAZY BOYFRIEND cover
Selir Tuan Wiratmodjo cover
Rencana Pensiun Dini Nona Villain cover
OBSESION (Alexa & Aslan) cover
Toxic cover
Hello, Mr. Mafia! cover
Affair With My Enemy ( End ) cover

I'M YOURS

37 parts Ongoing

"Menyentuh gadisku? Siap-siap saja untuk ke neraka," ucap Ellard dengan penuh emosi. Ellard egois, Michi penurut Ellard Bengis, Michi lugu Ellard posesif, Michi manja Ini adalah kisah tentang seorang gadis manja dan tunangannya yang tak suka dibantah, seorang pria yang di mata orang lain terlihat kejam dan tak berperasaan. Ini kisah dari dua pasangan yang bucin dan menye-menye ya guys, kalau ga suka skip aja. Jangan lupa follow dan vote ya teman-teman ____ Ellard mengembuskan asap vape perlahan, wajahnya tetap dingin tanpa sedikit pun raut berubah. Ia hanya berdiri dari sofanya, langkah kakinya terdengar tegas saat mendekat. Semua orang menahan napas. Begitu sampai, tanpa berkata sepatah kata pun, Ellard membungkuk dan mengangkat Michi dari samping tubuh Yoona. Gadis itu memberontak kecil, meronta dengan tangannya yang lemah. "El, jangan. Yoona nggak salah" ucapnya di antara tangis. Ellard mendudukkannya di pangkuannya, kini dengan posisi yang membuat Michi tak bisa bergerak. Tubuhnya dicekam lembut tapi tegas oleh tangan dingin pria itu. Dengan suara rendah yang berbeda dari tadi, ia bertanya dengan nada rendah, nyaris hanya untuk Michi, "Kenapa bangun, Amor?" Bertanya tanpa menghiraukan perkataan gadisnya. Michi menunduk, bahunya terguncang menahan tangis, menatap Yoona yang tersiksa. "Yoona nggak salah" kalimat itu berkali-kali ia ucapkan dengan suara nyaris habis. Ellard hanya menunduk, mencium pucuk kepala Michi dengan lembut, tatapannya yang kembali menajam saat beralih ke Yoona. Lalu ia berkata datar, tanpa keraguan, "Lanjutkan." Aaron tak ragu. Wajahnya tetap datar, tangan sigap meneruskan tugasnya sebagai eksekutor perintah. "Kamu lihat, apa yang kamu lakukan. Orang lain juga akan mendapatkan imbasnya, sayang. Berpikirlah sebelum bertindak," katanya pada Michi, suaranya berat seperti pelajaran keras yang harus ia terima.