Ini bukan kisah cinta anak muda.
Ini kisah seorang perempuan yang pernah hancur - bukan pada tempatnya, tapi pada diri sendiri.
Tanpa seseorang, ia belajar sendiri.
Tanpa arah, ia melangkah sepih.
Hanya ia, dan jiwanya yang penuh keraguan.
Tapi di tengah kegelapan, Tuhan mengirimkan dvī-jyoti - dua cahaya kecil yang menuntunnya pulang, menerangi luka-luka lama, dan mengajarkannya bahwa rumah sejati bukan sekadar tempat... tapi cinta, harapan, dan kehangatan yang menuntunnya menemukan makna "pulang"
Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya.
Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut.
Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit.
Dan Elara diminta menggantikannya.
Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun.
Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta.
Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan.
Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan.
Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun.
Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh.
Sampai ia melihat putri pelayannya.
Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam.
Lebih gelap.
Lebih berbahaya.
Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang.
Mereka hanya menunggu untuk diwariskan.
Dan Elara tidak tahu...
bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu,
ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.