Evie Lou tidak pernah menganggap dirinya istimewa.
Baginya, hidup hanyalah tentang tugas sekolah, teman yang terlalu cerewet bernama Hael Bielle, dan malam-malam sunyi yang terasa lebih panjang daripada seharusnya. Sampai suatu hari, ia mulai mendengar suara-bukan suara manusia, melainkan getaran halus di udara yang seolah memanggil namanya.
Saat gema itu muncul, realitas mulai retak.
Lampu bergetar, udara berdenyut, dan dunia yang ia kenal perlahan bergeser menuju sesuatu yang disebut Dimensi Resonansi-sebuah dunia di mana emosi memiliki frekuensi, dan kekuatan seseorang ditentukan oleh seberapa dalam hatinya bisa bergetar.
Evie tidak tahu bahwa dalam dunia itu, ada hierarki yang dibangun dari harmoni dan kehancuran. Dan seseorang, dengan tatapan perak dan suara yang tenang seperti gema, sudah lama menunggunya.
Mereka memanggilnya The Symphony, peringkat tertinggi ketiga di antara para Resonator-penjaga keseimbangan yang bahkan bisa mengubah nada dunia.
Ketika nasib Evie bersinggungan dengannya,
Simfoni yang tersembunyi di dalam dirinya mulai bergetar untuk pertama kalinya.
Berawal dari keangkuhan seorang pentolan SMA 96 Bogor yang ceroboh, sebuah tindakan sepele di bawah bayang-bayang Telaga Biru berubah menjadi mimpi buruk yang tak masuk akal. Di jalur angker Gunung Gede, Radika Jeongwoo tidak hanya harus menghadapi dinginnya udara dan tajamnya lisan sang rival, Haruto anak SMA 73 Bogor, tapi juga sebuah kutukan yang menghancurkan nalar dan harga dirinya.
Ketika malam turun dan kabut menyelimuti rimbanya, sesuatu yang tersembunyi di balik pepohonan mulai menuntut balas, meninggalkan Radika dengan rahasia memalukan di balik jaket gorpcore-nya.
warning!
• Fiksi
• Boys Love [bxb]
• Mature content
• Male Pregnant [M-preg]
• Boypussy
• Harsh word [non baku]