Di Antara Mereka yang Tertawa

Di Antara Mereka yang Tertawa

  • WpView
    LECTURES 186
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Chapitres 7
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., nov. 26, 2025
Di dunia yang sibuk tertawa, Rara hanya belajar bagaimana bertahan. Ia tumbuh di rumah kecil yang nyaris roboh, bersama lima saudara dan seorang ayah yang lebih akrab dengan rokok ketimbang tanggung jawab. Ibunya bekerja siang malam mengasuh anak orang lain-sementara anak-anaknya sendiri dibiarkan belajar mengasuh diri. Rara tahu hidupnya tidak seperti remaja lain: tidak ada sepatu baru, tidak ada foto kebersamaan, apalagi kekasih yang menunggu di gerbang sekolah. Tapi jauh di dalam dirinya, ada keinginan kecil yang begitu keras berteriak-ingin juga merasakan bahagia seperti mereka yang tertawa. Ketika kesempatan kecil muncul, Rara mulai menapaki perjalanan menuju dunia yang selama ini hanya bisa ia pandangi dari jauh. Tapi semakin dekat ia ke cahaya, semakin gelap pula bayangan masa lalunya menjerat. Apakah ia akan menemukan tempatnya di antara mereka yang tertawa... atau justru sadar bahwa tawa tak selalu berarti bahagia?
Tous Droits Réservés
#169
miskin
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • EVANESCENT
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu