Di Antara Mereka yang Tertawa

Di Antara Mereka yang Tertawa

  • WpView
    Reads 189
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 26, 2025
WpInfo
Fanfic
BTS
Di dunia yang sibuk tertawa, Rara hanya belajar bagaimana bertahan. Ia tumbuh di rumah kecil yang nyaris roboh, bersama lima saudara dan seorang ayah yang lebih akrab dengan rokok ketimbang tanggung jawab. Ibunya bekerja siang malam mengasuh anak orang lain-sementara anak-anaknya sendiri dibiarkan belajar mengasuh diri. Rara tahu hidupnya tidak seperti remaja lain: tidak ada sepatu baru, tidak ada foto kebersamaan, apalagi kekasih yang menunggu di gerbang sekolah. Tapi jauh di dalam dirinya, ada keinginan kecil yang begitu keras berteriak-ingin juga merasakan bahagia seperti mereka yang tertawa. Ketika kesempatan kecil muncul, Rara mulai menapaki perjalanan menuju dunia yang selama ini hanya bisa ia pandangi dari jauh. Tapi semakin dekat ia ke cahaya, semakin gelap pula bayangan masa lalunya menjerat. Apakah ia akan menemukan tempatnya di antara mereka yang tertawa... atau justru sadar bahwa tawa tak selalu berarti bahagia?
All Rights Reserved
#72
öm
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Tsundere Maniak Susu [DITERBITKAN]
  • GHAIKA (REVISI)
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT (HIATUS)
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines