Lelaki Lelaki Tanpa Cinta

Lelaki Lelaki Tanpa Cinta

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 1, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Di sudut-sudut kota Bekasi yang panas dan penuh suara, ada lelaki-lelaki yang berjalan tanpa arah. Bukan karena mereka kehilangan cinta - tapi karena mereka pernah mencintai terlalu dalam sampai tak tahu lagi bagaimana caranya berhenti. Mereka duduk di warung kopi, menatap cangkir dingin yang tak lagi beruap, menunggu seseorang yang tak akan datang. Mereka menulis pesan yang tak pernah terkirim, berbicara dengan bayangan di kursi kosong, dan diam terlalu lama di antara dua kata: "masih" dan "sudah." Dalam sepuluh kisah pendek yang melankolis dan jujur ini, Aldipaicong menulis tentang sunyi, kehilangan, dan kesepian dengan bahasa sehari-hari yang terasa seperti obrolan larut malam-jujur, getir, tapi indah. Kisah-kisahnya bukan tentang cinta yang ditemukan, tapi tentang cinta yang dibiarkan pergi, dan lelaki-lelaki yang belajar hidup tanpanya. "Tidak semua kehilangan butuh ditemukan. Beberapa hanya perlu diterima - dan diseduh lagi, seperti kopi yang sudah dingin."
All Rights Reserved
#16
cintayanghilang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Beneath Her Forbidden Touch"[END]
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {S2}
  • Chana's Transmigrasi
  • Drama di Pintu Kosan
  • REGAN's Crazy Wife
  • BACKSTREET
  • Mission
  • Change The Plot (Niel) ✓

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines