Mereka bilang cinta sejati tidak mengenal batas. Tapi Miya mencintai Dika hingga batas itu lenyap. Hingga cinta berubah menjadi obsesi, dan kasih menjelma luka yang tidak terlihat siapa pun kecuali dirinya sendiri.
Dika berhasil menjadi rumah yang selama ini Miya cari. Pria yang memahami dirinya, menangkap resahnya, dan memperlakukannya seolah Dika diciptakan hanya untuk melindunginya. Di tangan Dika, Miya merasa menjadi seorang putri. Dicintai tanpa syarat, disayangi tanpa menyentuh bagian terdalam lukanya. Pelan-pelan Dika menjadi cahaya, menuntun Miya melawan rasa trauma yang selama ini membelenggunya dari sebuah peristiwa kelam di masa lalu.
Namun cinta Miya yang terlalu mencengkeram membuat Dika harus pergi,
bukan karena berhenti mencintai, melainkan karena Dika ingin menyelamatkan mereka berdua.
Bertahun-tahun kemudian, waktu mempertemukan mereka kembali-tapi dalam keadaan yang tidak lagi sama.
Miya lupa siapa Dika. Tetapi Dika... masih mengingat setiap hal kecil tentang Miya.
Kenangan, luka, dan cinta yang belum atau bahkan tidak pernah padam.
"I want you. Please be my girl."
Semua orang percaya ruangan itu kosong.
Sampai seorang gadis masuk ke dalamnya dan memberi alasan hidup seseorang.
Tahu begitu, Kaylila mending tidak usah saja menyelamatkan bocah gila itu.
~~~''~~~~
DILARANG MENGCOPY PASTE, PLAGIAT ATAUPUN MENGAMBIL SEBAGIAN DARI CERITA INI.
HARAP FOLLOW AKUN AUTHOR SEBELUM MEMBACA