Sweethurt [ON HOLD]

Sweethurt [ON HOLD]

  • WpView
    Reads 3,612
  • WpVote
    Votes 137
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 26, 2026
Mereka bilang cinta sejati tidak mengenal batas. Tapi Miya mencintai Dika hingga batas itu lenyap. Hingga cinta berubah menjadi obsesi, dan kasih menjelma luka yang tidak terlihat siapa pun kecuali dirinya sendiri. Dika berhasil menjadi rumah yang selama ini Miya cari. Pria yang memahami dirinya, menangkap resahnya, dan memperlakukannya seolah Dika diciptakan hanya untuk melindunginya. Di tangan Dika, Miya merasa menjadi seorang putri. Dicintai tanpa syarat, disayangi tanpa menyentuh bagian terdalam lukanya. Pelan-pelan Dika menjadi cahaya, menuntun Miya melawan rasa trauma yang selama ini membelenggunya dari sebuah peristiwa kelam di masa lalu. Namun cinta Miya yang terlalu mencengkeram membuat Dika harus pergi, bukan karena berhenti mencintai, melainkan karena Dika ingin menyelamatkan mereka berdua. Bertahun-tahun kemudian, waktu mempertemukan mereka kembali-tapi dalam keadaan yang tidak lagi sama. Miya lupa siapa Dika. Tetapi Dika... masih mengingat setiap hal kecil tentang Miya. Kenangan, luka, dan cinta yang belum atau bahkan tidak pernah padam.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Nakula
  • Kembang Desa
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Prahara Lamaran [END]
  • Salah Status
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines