RUMAH SEMENTARA

RUMAH SEMENTARA

  • WpView
    LECTURES 13
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., nov. 9, 2025
Ini tentang dua hati yang saling mencintai, kisah lama yang rumit dan menguras kasih hingga menjadi kekecewaan. kepercayaan yang di nodai dengan ke-salah pahaman rumit, menjadikan rumah yang dulu nya terasa selama nya berubah menjadi rumah yang sementara. • • • "Jika di dalam satu ruang dunia tidak ada dirimu, maka aku lebih memilih sendiri selamanya. Namun, jika di ruang dunia itu aku melihat kamu bersama seseorang yang alasanmu bersama nya sangat lah rumit, maka aku akan tetap memilih sendiri." -Lily. "Jika aku bisa memilih dan menentukan takdir ku, maka aku tidak akan pernah ragu untuk memilihmu. situasi ini membuat ku dilema, membuatku sulit untuk menentukan pilihan walau hatiku dengan mantap memilihmu. maafkan aku, aku telah menodai kepercayaan dalam hubungan kita. Selama nya Lily, aku akan tetap mencintaimu. dulu, sekarang, nanti, dan hingga nadi ku berhenti." -Saka. "Andai waktu dapat di putar kembali, aku lebih memilih memendam perasaan ini, itu terasa lebih baik dari pada menghancurkan dua jiwa yang saling mencintai. Maafkan aku, cintaku terasa sangat salah untuk kenyataan yang dari awal nya memang bukan mililkku." -Amelia. __________________________ No plagiat! Hasil karyaku sendiri 📝 Vote, and komen 💗 Happy reading, guys 🤍
Tous Droits Réservés
#14
tahun90an
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Nala dan Mas Juragan
  • Nakula
  • Kembang Desa
  • Salah Status
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain

Cerita ini ada di paijo juga. --- Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu