Awan Jingga

Awan Jingga

  • WpView
    LECTURAS 82
  • WpVote
    Votos 12
  • WpPart
    Partes 12
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, feb 2, 2026
Di bawah langit yang sama, dua nama yang dulu tumbuh bersama kembali dipertemukan oleh waktu. Awan Banyudikara Maheswara, siswa kelas sebelas yang dikenal tenang dan menjadi ketua tim futsal sekolah, tampak seperti sosok yang tak mudah dijangkau. Tapi di balik tatapannya yang teduh, tersimpan kenangan tentang seseorang dari masa kecilnya. Sementara itu, Jingga Aryasena Cendani Larasati , siswi baru kelas sepuluh, masih membawa potongan masa lalu yang belum benar-benar pudar. Ia mengenal Awan sejak kecil tetangga yang dulu suka bermain bola di halaman rumahnya, teman kecil yang kini terasa begitu jauh. Mereka sempat terpisah saat SMP, namun kini kembali bertemu di sekolah yang sama. Di antara latihan futsal, tawa teman-teman, dan warna langit sore yang terus berubah, perlahan muncul perasaan yang tidak asing hangat, tapi menakutkan untuk diakui. Dengan dukungan dan candaan dari sahabat-sahabat mereka Sekar, Alena, Kiara, Raka, Sagara, Dirga, Elang, dan Dewa dan dukungan dari kedua ibu mereka yang bersahabat. Kisah Awan dan Jingga tumbuh seperti senja yang perlahan mewarnai awan yang indah, lembut, namun tak pernah bisa bertahan selamanya. Apakah mereka akan berani menyapa perasaan yang dulu tertinggal di masa kecil? Atau justru membiarkannya menguap, seperti warna jingga yang perlahan hilang ditelan malam?
Todos los derechos reservados
#959
awan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Nala dan Mas Juragan
  • Beautiful Trouble
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Kembang Desa
  • Nakula
  • Almost Married (On Going)
  • WEDDING VOWS
  • I'm the male lead's wife?
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Satu Tahun Saja

Cerita ini ada di paijo juga. --- Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido