Anxious Meets Avoidant - Otopsi Sebuah Cinta

Anxious Meets Avoidant - Otopsi Sebuah Cinta

  • WpView
    LECTURAS 95
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 15
WpMetadataReadConcluida dom, nov 2, 202543m
Bukan kisah cinta. Ini catatan klinis tentang jiwa yang jatuh cinta pada lukanya sendiri. Tentang ilusi penyembuhan, hubungan yang candu, dan doa-doa yang tak pernah benar-benar sembuh. Sebuah otopsi psikologis atas cinta yang seharusnya berakhir, tapi tetap hidup di kepala.
Todos los derechos reservados
#111
traumabonding
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Di Balik Nama Dirayasa.
  • Sampai Suaraku Tidak Didengar
  • KACA (Iqie Story)
  • Dia, yang ku tunggu (Elvina Hazrin's) [COMPLETE]
  • Bumi
  • Self-Love //Quotes
  • My Perfect Husband
  • Shinjitsu No Koi
  • Selagi Bernama Kita

Sinopsis: Semua orang tahu Dirayasa D'Masiv sebagai sosok yang tenang dan kuat. Tapi tak ada yang tahu bahwa di balik namanya, tersembunyi ribuan luka yang tak pernah benar-benar sembuh. Sejak kecil, Dirayasa tumbuh di tengah dunia yang menolaknya. Di sekolah, ia menjadi sasaran hinaan dan tawa. Di rumah, ia belajar menyembunyikan tangis di balik dinding kamar. Bertahun-tahun trauma menghantuinya, membentuk dinding yang memisahkannya dari dunia. Namun, dalam kesunyian itu, ia menemukan kekuatan-bukan untuk melupakan, tapi untuk menerima. Lewat tulisan, suara hati, dan keberanian kecil yang tumbuh perlahan, Dirayasa membangun dirinya kembali. Ia memilih nama baru, bukan untuk lari dari masa lalu, tapi untuk merangkulnya sebagai bagian dari perjalanan. "Di Balik Nama Dirayasa" adalah kisah tentang luka yang tidak lagi disembunyikan, tentang trauma yang tidak lagi menjadi aib, dan tentang seorang jiwa yang akhirnya menemukan kekuatannya dalam kegelapan. ⚠️ Disclaimer / Content Warning: Cerita ini memuat konten yang sensitif dan emosional, termasuk tema bullying, trauma masa kecil, tekanan psikologis, dan perjuangan kesehatan mental. Beberapa bagian mungkin memicu ingatan atau perasaan tidak nyaman bagi sebagian pembaca. Harap membaca dengan kesadaran penuh dan luangkan waktu untuk beristirahat bila dibutuhkan. Buku ini ditulis bukan untuk mengglorifikasi luka, melainkan untuk menyuarakan bahwa luka itu nyata-dan bahwa setiap orang berhak pulih dengan caranya sendiri. Jika kamu sedang berjuang, ketahuilah: kamu tidak sendiri.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido