Anxious Meets Avoidant - Otopsi Sebuah Cinta

Anxious Meets Avoidant - Otopsi Sebuah Cinta

  • WpView
    Reads 196
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadComplete Fri, Jul 10, 202643m
#2
reflective
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Balik Nama Dirayasa.
  • Cinta Luqrey & Naylisa [C]
  • The Secret Ex-WIFE
  • On The Way : This is not the end
  • PEMILIK HATI MR. TUNKU
  • Kangen Kamu Setelah Perpisahan
  • KACA (Iqie Story)
  • Self-Love //Quotes
  • Selagi Bernama Kita
  • Bumi
  • Ikatan I Oneshoot
  • Dia, yang ku tunggu (Elvina Hazrin's) [COMPLETE]
  • Shinjitsu No Koi
  • MILIK MEGAT ZILL QAYYUM (TERBIT)
  • MY BELOVED BABYSITTER (complete ✅)
  • Sampai Suaraku Tidak Didengar
  • My Perfect Husband

Sinopsis: Semua orang tahu Dirayasa D'Masiv sebagai sosok yang tenang dan kuat. Tapi tak ada yang tahu bahwa di balik namanya, tersembunyi ribuan luka yang tak pernah benar-benar sembuh. Sejak kecil, Dirayasa tumbuh di tengah dunia yang menolaknya. Di sekolah, ia menjadi sasaran hinaan dan tawa. Di rumah, ia belajar menyembunyikan tangis di balik dinding kamar. Bertahun-tahun trauma menghantuinya, membentuk dinding yang memisahkannya dari dunia. Namun, dalam kesunyian itu, ia menemukan kekuatan-bukan untuk melupakan, tapi untuk menerima. Lewat tulisan, suara hati, dan keberanian kecil yang tumbuh perlahan, Dirayasa membangun dirinya kembali. Ia memilih nama baru, bukan untuk lari dari masa lalu, tapi untuk merangkulnya sebagai bagian dari perjalanan. "Di Balik Nama Dirayasa" adalah kisah tentang luka yang tidak lagi disembunyikan, tentang trauma yang tidak lagi menjadi aib, dan tentang seorang jiwa yang akhirnya menemukan kekuatannya dalam kegelapan. ⚠️ Disclaimer / Content Warning: Cerita ini memuat konten yang sensitif dan emosional, termasuk tema bullying, trauma masa kecil, tekanan psikologis, dan perjuangan kesehatan mental. Beberapa bagian mungkin memicu ingatan atau perasaan tidak nyaman bagi sebagian pembaca. Harap membaca dengan kesadaran penuh dan luangkan waktu untuk beristirahat bila dibutuhkan. Buku ini ditulis bukan untuk mengglorifikasi luka, melainkan untuk menyuarakan bahwa luka itu nyata-dan bahwa setiap orang berhak pulih dengan caranya sendiri. Jika kamu sedang berjuang, ketahuilah: kamu tidak sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines