Story cover for Denting ✓ by Laceena
Denting ✓
  • WpView
    Reads 77
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 77
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 1
Complete, First published Nov 02, 2025
Mature
Ini kisah kalian?!

Awang Hadrian bukan tipe yang pandai bilang rindu.
Dia cuma tahu caranya menunggu diam-diam, di antara riuh orang-orang yang tak berhenti bergerak.

Bandung baginya bukanlah sebatas tempat. Ia ruang di mana tawa dan kasih pernah berbaur menjadi satu.

Kini, setelah Indah tidak di sisinya; di antara jalanan yang mereka lewati, di pergantian pagi hingga sore,  semuanya tidak lebih berarti dari sebuah kekosongan. 

Awang mengingat suara mesin motor yang berhenti di jembatan kecil. Dia hafal kapan napas gadis itu tertahan. Dan dia menikmati saat-saat sunyi dapat mendamaikan butiran lelah yang menempel di tubuh dan pikiran mereka. Segalanya bagaikan denting halus,  menandai  waktu yang terus berjalan tanpa tahu siapa yang akan menunggu di ujungnya.
All Rights Reserved
Sign up to add Denting ✓ to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
The Wolfe's Countdown cover
Change The Plot (Niel)   cover
One-shot cover
"Beneath Her Forbidden Touch" cover
Whispers In The Dark cover
BACKSTREET  cover
REZELLA [End] cover
One Shoot my baby KIM SUNOO🔞! cover
Oneshoot cover

The Wolfe's Countdown

49 parts Ongoing

Tanpa bicara sepatah kata pun, Axel berjalan menuju ranjang. Dia duduk di tepi kasur, memunggungi Lucia, lalu mulai melepas sepatunya. Lucia gemetar hebat. Apa yang harus kulakukan? Apa aku harus membantunya? Atau diam saja? Axel menoleh ke samping, menatap Lucia yang sedang memeluk lututnya sendiri seperti landak ketakutan. "Kenapa kau duduk di situ seperti patung?" tanya Axel, suaranya serak dan dalam. "S-saya... menunggu instruksi, Tuan," cicit Lucia. Axel mendengus. Dia berbaring telentang di kasur, mengambil tempat yang luas, menyisakan sedikit ruang untuk Lucia. Dia menatap langit-langit kamar yang tinggi. "Berbaring," perintah Axel.