Curse Generation 12

Curse Generation 12

  • WpView
    Reads 629
  • WpVote
    Votes 68
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 9, 2015
WpInfo
Fiction
Romance
Apakah kalian percaya pada kutukan?! Mungkin sebagian besar dari kalian akan berkata, "Zaman sekarang masih percaya sama begituan?! Salah zaman kali lo!". Namun, ada juga yang percaya, bahkan mengalaminya. Aku adalah salah satunya. Keluargaku memiliki kutukan yang diwariskan secara turun-temurun, yaitu pada tiap generasi ke-12, dan kutukan ini sulit dipatahkan, bahkan oleh penyihir sekali pun. Dan kawan-kawan, sialnya aku adalah generasi ke-12. Aku merasa bahwa hidupku benar-benar sial. Karena tak ada satu catatan pun mengenai cara mematahkan kutukan ini. Entah bagaimana, para pendahuluku bisa mematahkan kutukan ini. Namun, satu hal yang kutau... Ada satu kalimat yang selalu diturunkan dari generasi ke generasi "Berjuanglah sampai kamu bertemu 'dia'. Hanya 'dia' penyelamatmu. Kalau kau menyerah, habislah semua."....
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • She's Alexsya [On Going]
  • The True Queen ✔
  • Not As Beautiful As Love Should Be (TAMAT)
  • Love Or Whatnot (FIN)
  • Voynich
  • Kiss Love [ SELESAI ]
  • Rasa Tanpa Kata
  • PERCAYA? [END]

"Kenapa lo sebegitu cinta sama langit dan kupu-kupu?" tanya seorang laki-laki dengan es krim di tangannya. Alexsya menurunkan pandangan dari langit, kemudian beralih menatap lelaki tersebut dengan tatapan sendu. "Pertanyaan lo bagus, gue suka. Dan untuk jawabannya, gue suka langit karena langit itu indah dan tak membosankan saat di pandang. Disana ada kedamaian juga yang setiap orang impikan. Dan untuk kupu-kupu, gue suka kupu-kupu karena dia bisa terbang bebas tanpa adanya beban. Mungkin menjadi burung lebih menyenangkan, tapi dia bisa di kurung kapan saja, berbeda dengan kupu-kupu." Jawabnya dengan senyum manisnya. Keduanya sama-sama diam setelah mendengarkan jawaban dari Alexsya, ternyata memang benar gadis ini ingin merasakan kebebasan atas dirinya sendiri, merasa bahagia tanpa memikirkan beban apapun. Hidup memang tak selamanya suka, dan tak selamanya pula duka. Kita hanya perlu bersyukur dan bersabar atas kehidupan ini, karena dibawah kita masih ada orang-orang yang lebih menderita dan tak memiliki keberuntungan. Story' Wattpad by Potatocakes Copyright @2021 Sumber cover : pinterest ⚠️ Mengandung kata-kata kasar dan toxic! ⚠️ Harap follow akun author sebelum membaca! ⚠️ Jangan pernah membawa-bawa lapak orang lain kedalam cerita saya! Start : End :

More details
WpActionLinkContent Guidelines