DESKRIPSI:
Di dunia Reymond, kepercayaan adalah mata uang, dan pengkhianatan adalah hukuman mati.
Alisha Devereux adalah mata-mata terbaik CIA, seorang ahli operasi rahasia yang telah kehilangan nyawanya berkali-kali di medan perang. Misinya kali ini: meruntuhkan Reymond, seorang Capo elegan yang membangun kekaisaran kriminal terbersih di dunia, mengendalikan seluruh rantai pasokan narkoba global.
Untuk menembus benteng pertahanannya yang tidak bisa disentuh teknologi, Alisha harus membunuh dirinya sendiri dan menciptakan persona baru: Elara Vanesa.
Elara Vanesa adalah seorang whiz kid keuangan dari Zürich, dingin, arogan, dan hanya tunduk pada satu hal: margin keuntungan. Dia adalah cerminan sempurna dari kekejaman Reymond. Dengan kecerdasan dan kepercayaan diri yang mematikan, Elara berhasil menarik perhatian Reymond. Dia memberinya akses total ke The Hive, pusat komando gelapnya, dan akhirnya, ke rahasia terbesarnya-pengiriman kargo monumental yang disebut 'The Kraken'.
Tetapi permainan ini berubah ketika Reymond mulai menunjukkan kelemahan emosionalnya, bukan pada Elara si asset, melainkan pada wanita yang melihatnya sebagai seorang pria yang melarikan diri dari kekacauan. Reymond memberikan Elara kepercayaannya yang buta, dan Alisha membalasnya dengan pengkhianatan total-termasuk sebuah ciuman di bawah badai yang dingin.
Alisha tahu ia harus menghancurkan pria ini untuk menyelamatkan ribuan nyawa. Namun, saat ia berhasil menancapkan pemicu kehancuran itu, ia harus bertanya pada dirinya sendiri: Apakah kebohongan yang paling indah dalam hidup Reymond juga merupakan pengkhianatan terbesar bagi jiwa Alisha?
Tugasnya adalah menangkapnya. Tetapi ia harus membunuh dirinya sendiri untuk bertahan hidup.
Arunika Sandyakala, gadis 22 tahun yang tengah menikmati healingnya di Italia, tepatnya di kota Roma, harus bernasib sial karena tiba-tiba diculik oleh beberapa pria berbadan besar dan di sekap di ruang bawah tanah.
Dia mengumpati nasib sial yang menimpanya. Kenapa harus berakhir sial menjadi tawanan salah tangkap?
Bukannya takut hidupnya berakhir begitu saja di hadapan pria yang menjadi ketua Mafia terbesar di daratan Eropa itu, Arunika malah mengumpati pria pertengahan 30 tahun itu sejadi-jadinya.
Matteo, pemimpin Mafia terkenal di daratan Eropa itu cukup takjub dengan gadis yang mengaku korban salah tangkap oleh bawahannya.
Dia cukup takjub dengan keberanian Arunika yang meludahinya sembari mengumpat dengan suara melengking khas gadis itu, membuat telinganya pengang selama beberapa detik.
"Kau salah tangkap bajingan! Lagi pula untuk apa aku menjadi mata-mata Mafia mu? Not my style sekali, tuan!"
•••
This is my first story, don't plagiaze it!