On Bended Knee

On Bended Knee

  • WpView
    Reads 4,317
  • WpVote
    Votes 279
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 4, 2025
MALEEQ SERIES #3 Setelah hubungan terakhirnya dengan salah satu pemenang kontes Beauty Pageant kandas karena terhalang restu sang ibu, Arkana Jeandra Maleeq memutuskan untuk menjalani hidup tanpa bumbu-bumbu asmara. Setelah resmi diangkat menjadi CEO PT Maleeq Industries Tbk., yang ada di dalam pikiran Arka adalah tentang bagaimana ia harus terus survive dan membuktikan kelayakannya berada di sana. Sampai kemudian, takdir mempertemukannya kembali dengan Amora Shaima Kaan-masalalu yang ternyata masih bertakhta di hatinya. Perempuan itu muncul kembali dengan kilau yang nyaris menyedot setengah kewarasannya. Di balik sosok yang begitu bersinar setelah hampir dua belas tahun tak bersua, Arka menyadari satu hal, bahwa rupanya Shaima masih sama. Masih menjadi perempuan yang sanggup membuat si bungsu keluarga Maleeq tersebut bertekuk lutut di hadapannya. =On Bended Knee= Arkana Jeandra Maleeq, S.E, S.H, M.E. 31 tahun (Chief Executive Officer of PT Maleeq Industries Tbk.) Amora Shaima Kaan, Bsc, Msc. 31 tahun (Menteri Luar Negeri) = Original work created by: Liana Cover by: pinterest Please don't be plagiarized! 04 November 2025
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Nakula
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Salah Status
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines