Taman Harapan Kita {THK}

Taman Harapan Kita {THK}

  • WpView
    Odsłon 57
  • WpVote
    Głosy 5
  • WpPart
    Części 5
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja wt., lis 25, 2025
WpInfo
Fikcja
Romans
Seorang remaja bernama Marceluse sedang makan corn dog yang baru saja ia beli dan makan di taman. tanpa aba aba seorang perempuan jatuh di depan nya, perempuan itu bernama cellestie. Cellestie membawa brosur tentang seni yang ia buat tetapi jatuh semua saat tersandung. Marceluse pun dengan berbaik hati membantu mengambil, cellestie berterima kasih atas bantuan nya dan langsung pergi begitu saja. namun berberapa barang masih tertinggal di marluse, yaitu 1 brosur dan sebuah pallet. untung saja di brosur tersebut terdapat Instagram yang tertulis di sana, jadi ia bisa mengembalikan pallet itu ke pada nya. Tapi Marcellus penasaran dengan brosur nya, ternyata ia sedang di konvensi seni lukis, tapi seperti nya waktu nya sudah tidak cukup karena waktu mulai nya sudah 1 jam yang lalu dan tempat itu juga lumayan jauh dari taman ini Marceluse mencoba chat perempuan itu lewat Instagram bahwa pallet nya terjatuh dan tertinggal di taman. tanpa Marceluse tau.. ini adalah awal hidup nya dia berubah...
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
#155
alam
WpChevronRight
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • Nala dan Mas Juragan
  • Prahara Lamaran [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Kembang Desa
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Nakula
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści