Gema Ketiga Detik | By: Ciwafee

Gema Ketiga Detik | By: Ciwafee

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 4, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Ada saat di mana hujan berhenti sejenak, dan dunia menahan napas selama tiga detik. Di sanalah waktu membuka matanya - menatap masa lalu yang belum sempat berpamitan. Enam mahasiswa pulang dari kampus di tengah badai malam. Di persimpangan jalan, mereka menemukan Kastil Valenstra, bangunan tua yang tak seharusnya ada di peta mana pun. Namun ketika mereka melangkah masuk, waktu menutup pintunya - dan masa kini pun lenyap. Liliatha Riesscya, sang perempuan manis penyuka sejarah dan sains, melihat sosok lelaki dari masa lampau bernama Fansen Langford, yang mengenalnya sebelum ia sendiri pernah hidup. Di sisi lain, Wisnu Demian, kekasihnya yang meneliti tentang waktu, menyadari bahwa cinta bisa mengguncang realitas lebih dalam daripada teori mana pun. Di antara badai, gema, dan cahaya biru, mereka harus memilih: menyelamatkan masa depan, atau menyelesaikan masa lalu. Dan saat dunia berhenti selama tiga detik, seseorang berbisik dari balik waktu: "Cinta tak pernah hilang - ia hanya menunggu detiknya kembali."
All Rights Reserved
#349
sejarah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dua Langit Berbeda
  • Unexpectedly Yours
  • MOTHER
  • The Place You Left Me (Menuz) [END]
  • My Step Mom? [END] ✔️
  • ATMA FATAMORGANA
  • Stealing My Husband
  • Gila!?, Gue Jadi Kucing?!
  • GAREL ; POSESIF BROTHER
  • BOUND WITHOUT LOVE (END)

Dua anak kembar yang terpaksa terpisah sejak tangis mereka pertama kali terdengar di bumi-sang ibu membawa Saka, sang ayah membawa Kael. Satu tumbuh dalam kehangatan dan prestasi, dikelilingi senyum dan harapan. Satu lagi belajar bertahan di rumah yang keras, memeluk mimpi di dalam air, lalu kehilangannya oleh tangan yang seharusnya melindungi. Mereka hidup di dunia yang sama, bersekolah di tempat yang sama, bahkan memiliki wajah yang hampir serupa. Namun tidak pernah tahu bahwa darah yang mengalir di tubuh mereka berasal dari luka yang sama. Ini adalah kisah tentang keluarga yang retak, mimpi yang dipatahkan, dan dua saudara yang berjalan berdampingan tanpa pernah benar-benar bertemu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines