In Engineering Boys We Trust

In Engineering Boys We Trust

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 30, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Zeya, seorang gadis yang lembut namun terluka, masih mencoba memulihkan diri dari hubungan toxic bersama mantan kekasihnya. Luka itu belum benar-benar sembuh-hingga suatu hari Rayyan, teman yang selalu hadir di saat Zeya berada di titik rendah, muncul sebagai sosok penolong yang membuatnya kembali merasa dihargai. Rayyan tampak seperti cahaya baru dalam hidup Zeya: perhatian, sabar, dan selalu memberi ruang aman yang selama ini tidak ia miliki. Tanpa Zeya sadari, Rayyan menyimpan perasaan yang lebih dalam-ia menginginkan Zeya bukan hanya sebagai teman, melainkan seseorang yang ingin ia lindungi sepenuh hati. Namun ketika mereka akhirnya mencoba menjalin hubungan, kenyataan tak seindah bayangan. Luka masa lalu membuat Zeya sulit percaya, sementara Rayyan yang terbiasa memendam perasaan sering tak mampu mengungkapkan apa yang sebenarnya ia rasakan. Kesalahpahaman demi kesalahpahaman muncul, dan keburukan komunikasi mulai meretakkan hubungan yang baru saja tumbuh. Di tengah konflik batin, Zeya harus memilih: tetap terjebak dalam ketakutannya atau berani membuka hati. Sementara Rayyan berjuang untuk tetap bertahan meski setiap kata yang tidak terucap menjadi jarak di antara mereka. Bisakah dua hati yang sama-sama terluka menemukan cara untuk saling memahami? Ataukah hubungan mereka akan hancur sebelum sempat benar-benar dimulai?
All Rights Reserved
#8
cecan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]
  • Kembang Desa
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Salah Status [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nakula

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines