Dimensional Library: Memories

Dimensional Library: Memories

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 4, 2025
Aku tidak tahu siapa diriku, atau sejak kapan aku hidup di dunia ini. Setiap kali aku membuka mata, aku melihat dua anak kecil yang memanggilku Master. Mereka percaya aku orang yang bijak, tapi aku bahkan tak tahu namaku sendiri. Setiap malam, mimpi yang sama menjemputku,kisah yang tak pernah selesai. Dalam mimpiku, aku melihat masa lalu yang terasa seperti milikku. Tawa anak-anak, cahaya matahari sore, dan kamu, berdiri di antara api dan kehancuran. Rambutmu putih seperti salju, dan mata emasmu menatapku dengan luka yang tak bisa kujelaskan. Aneh... Semakin lama aku hidup di sini, semakin mimpi itu terasa seperti masa depan, bukan masa lalu. Seolah waktu berputar di sekelilingku, menulis ulang takdir yang sama dengan wajah yang sama pula. Apakah dewa sedang mempermainkanku? Dan kamu selalu muncul di antara keduanya, antara masa lalu dan masa depan, menjaga, menunggu, dan perlahan memudar dari ingatanku setiap kali aku terbangun. Mungkin ini bukan sekadar mimpi. Mungkin aku sedang terjebak di antara dua cerita: kisah tentang masa lalu yang tak ingin kulupakan,dan masa depan yang belum sempat kucapai. Dan di tengah keduanya... kamu ada.
All Rights Reserved
#4
discrimination
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Terjebak Di Novel Psycopath
  • KENRA; Antagonis Pengganti
  • The Wicked Wife's Past Strikes Back
  • The Grand Duke Obsession (END)
  • When The Villain Looks at Me [END]
  • Perfect Antagonist (end)
  • Perfect Mom, Perfect Wife ♧END♧
  • MORGAN
  • Transmigrated as the Villainous Omega Prince [ END ]
  • Binar Rembulan~Transmigrasi

Lunaria dalam bahasa bunga memiliki arti kejujuran, ketulusan, dan juga kemakmuran. Seperti arti namanya, ia menjalani hidupnya penuh ketulusan hingga akhirnya bisa hidup dalam keadaan damai dan tenang. Meski orang-orang yang melihatnya mungkin menganggap kehidupan Luna membosankan dengan aktivitas berulang, tapi Luna menganggapnya sebaliknya. Saking damainya hidupnya sekarang, Luna tak berniat untuk menikah atau memiliki keturunan. Ia ingin hidup sendirian dalam waktu yang lama. Kesendirian adalah temannya. Setiap pulang bekerja ia akan bersenang-senang dengan teman-temannya atau langsung istirahat dan di hari minggu ia akan quality time dengan dirinya sendiri sembari membaca Novel atau menonton film. Yah, hidup Luna sangat damai hingga suatu malam dengan sekejap hidupnya berubah 180 derajat. Ia tiba-tiba memiliki suami dan seorang putra berusia sembilan tahun. Luna berusaha mencerna semuanya hingga ia sadar, ia terjebak didalam sebuah novel yang pernah ia baca beberapa minggu yang lalu. Ia terjebak menjadi salah satu tokoh yang memiliki nama yang sama dengannya, Lunaria. Salah satu tokoh sampingan antagonis yang mati di cerita karena dibunuh anak kandungnya sendiri. Luna berusaha untuk mencegah kematiannya dengan merubah alur Novel. Namun karena hubungan keluarga tokoh Novel yang amat sangat buruk dan tak sesuai idealisnya, ia akhirnya memilih cara lain, jika ia tidak bisa kembali ke kehidupannya yang semula ia akan kabur dari kediaman ini. Tapi semuanya sia-sia dan tidak sesuai rencana. "Jangan buat masalah lagi atau aku benar-benar akan memotong tendon kakimu kali ini." ancam suaminya dingin. Luna takut. Apa psikopat gila itu akan benar-benar membuatnya lumpuh? "Apa kamu meracuni makanan ini?" tanya anak laki-laki itu dengan tatapan penuh kecurigaan. "Aku tidak butuh!" ucapnya yang kemudian membanting piring didepannya kasar. Sudah cukup. Ia tidak bisa bertahan lagi menghadapi kegilaan pasangan ayah dan anak itu! S: 19-12-2023 P: 27/01/24

More details
WpActionLinkContent Guidelines