Garis Komando Hati

Garis Komando Hati

  • WpView
    Reads 91,898
  • WpVote
    Votes 6,545
  • WpPart
    Parts 48
WpMetadataReadComplete Fri, Mar 20, 2026
"Ini perintah: Traktir saya kopi." Bagi Bima Adiguna, si kupu-kupu kampus, Mayor Dharma adalah bug paling menyebalkan dalam program hidupnya. Kaku, dingin, dan seorang Komandan sungguhan yang (sialnya) tampan. Bagi Mayor Dharma, Bima adalah anomali. Berisik, tidak disiplin, dan satu-satunya sipil yang berani memanggilnya "Pak Kaku" lalu menghilang. Ketika dunia kampus yang bebas bertabrakan dengan dunia militer yang penuh aturan, romansa mustahil pun mekar. Tapi di antara sumpah jabatan dan janji hati, cinta mereka diuji di medan perang yang sesungguhnya. Bisakah mereka bertahan, atau apakah "saling merelakan" adalah satu-satunya perintah yang harus mereka patuhi?
All Rights Reserved
#267
mxb
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Planner Mint [END]
  • Jenderal Itu Milikku (Meski Dunia Tak Tahu)
  • DOING RIGHT [TAMAT]
  • Mas Abby, Mau Servis (BL Lokal)
  • The Soldiers
  • Kita Bersama, Karena Dia Tidak Di Sini
  • Cengkeh Cintamu [BL] (HIATUS)
  • My Handsome Cousin
  • Kokohnya Mas Arya
  • Kontrakan Pak Umar [Tamat]

Di mata Ren, mahasiswa arsitektur yang gila kesempurnaan, hidup adalah tentang presisi, jadwal yang rapi, dan garis batas yang tegas. Sayangnya, semua keteraturan itu hancur sejak ia harus berbagi apartemen dengan Kai, cowok DKV gondrong yang hidupnya sedinamis sapuan cat di kanvas-alias luar biasa berantakan. Dari aturan jam malam hingga garis selotip hitam pembatas wilayah yang konyol, Ren berusaha mati-matian mempertahankan sisa kewarasannya dari cowok urakan yang selalu tahu cara memancing emosinya setiap hari. Namun, sekeras apa pun Ren membangun tembok pertahanan logikanya, Kai selalu punya cara menerobos masuk tanpa permisi. Ketika rentetan pertengkaran sengit perlahan tergantikan oleh afeksi canggung, tatapan intens, dan ciuman liar yang tak terduga, Ren dipaksa menghadapi realitas baru. Kini, si Tuan Perfeksionis harus memilih: tetap bersembunyi di balik jadwalnya yang kaku, atau menyerah pada kekacauan paling manis yang pernah memporak-porandakan seluruh rencana hidupnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines