SBTW (STORY BEYOND THE WINDOW)

SBTW (STORY BEYOND THE WINDOW)

  • WpView
    OKUNANLAR 14
  • WpVote
    Oylar 1
  • WpPart
    Bölümler 2
WpMetadataReadYetişkinDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Paz, Oca 4, 2026
Hidup di apartemen baru ternyata jauh lebih menarik dari yang Aruna bayangkan. Setiap pagi, pemandangan dari jendelanya bukan hanya langit biru atau burung beterbangan, tetapi seorang cowok SMA berwajah dingin dan bertubuh berotot yang rajin berolahraga dan sering memamerkan otot-ototnya di balkon seberang. Cowok itu bernama Aaron, Awalnya Aruna hanya sekadar "menikmati pemandangan" setiap pagi, sampai akhirnya ketahuan. Aaron ternyata tidak sekaku yang terlihat; ia lucu, jahil, dan mesum luar biasa, suka membuat Aruna salah tingkah dengan candaan bernada menggoda dengan memamerkan otot-otot perutnya. Yang lebih mengejutkan lagi, mereka ternyata bersekolah di tempat yang sama. Sejak itu, hubungan keduanya berubah menjadi permainan tarik-ulur: saling ejek, saling goda, tapi diam-diam saling menunggu di jendela masing-masing setiap pagi dan malam. Di antara tirai yang terbuka separuh dan jarak balkon yang hanya beberapa meter, tumbuhlah perasaan yang tidak mereka rencanakan. Lucu, manis, dan sedikit menggoda. cinta yang berawal dari dua jendela yang saling berhadapan.
Tüm hakları saklıdır
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • The Time
  • EVANESCENT
  • Tsundere Maniak Susu
  • Blueprint Pelarian Villain

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi