Kembali Padamu

Kembali Padamu

  • WpView
    Reads 115
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 10, 2026
Di usianya yang ke-27, Tasya menyadari bahwa sudah banyak hal ia alami untuk sampai di titik ini. Segala kekecewaan, tangis dan kebahagiaan adalah bumbu-bumbu kehidupan yang mewarnai hidupnya selama 10 tahun terakhir. Sesuatu yang mengubah dirinya menjadi Tasya saat ini. Namun, seperti apa yang dikatakan orang-orang. Ketika seseorang berulang tahun, mereka memiliki kebiasaan untuk meratapi apa yang hilang dan pergi dari hidup mereka. Begitu pun Tasya. Ada satu hal yang kerap ia ratapi hingga detik ini. Ratapan yang mungkin menjadi penyebab perempuan itu hingga sekarang belum berani membuka hati untuk orang lain lagi. Perasaan pada teman masa SMA-nya yang tidak sempat tersampaikan. Perasaan yang hanya menjadi rahasia dalam, hingga pria itu meninggal dunia 2 tahun lalu. Sebuah penyesalan yang Tasya bawa hingga detik ini. Sampai suatu hari dunia dibuat gempar. Seseorang mengklaim bahwa ia telah berhasil menciptakan mesin penjelajah waktu, dan sedang mencari subjek uji coba akan penemuannya itu. Berita yang sukses menjadi bahan gunjingan masyarakat. Tasya entah bagaimana berhasil diterima sebagai subjek uji coba dan diberikan alat tersebut. Perempuan itu jelas skeptis, mencoba membuktikan bahwa projek tersebut hanyalah penipuan besar-besaran atau sekedar pemasaran produk dengan cara yang aneh. Berniat membuktikan tersebut, Tasya justru mendapati bahwa alat yang diberikan sungguh membawanya kembali. Tepat ke 10 tahun lalu, masa di mana ia duduk di bangku SMA. Awalnya ia kira sedang bermimpi. Namun ketika ia dihadapkan kembali dengan sang cinta pertama. Ia sadar bahwa dirinya sungguh mengulang waktu. Pertanyaannya sekarang adalah apakah Tasya akan mengulangi kembali apa yang ia dialami di masa lalu, atau memilih berbalik dan tidak menyukai pria itu sama sekali?
All Rights Reserved
#125
mengulangwaktu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT
  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines