Pendemo Vs Koruptor

Pendemo Vs Koruptor

  • WpView
    LECTURAS 389
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, ago 1, 2026
WpInfo
Ficción
Fantasía
Mahasiswa yang ganteng ganteng dan suka demo itu? iya mereka! sekarang jadi peliharaan para pejabat yang koruptor? wah mereka bakal disiksa berbagai fetish. fetish apa aja? cek 950 karya author dengan harga HANYA 100 ribu rupiah aja Penjualan dari 2021- Sampai saat ini (Aman, Fast Respon, Gratis Request tiap hari)
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • Rumah Untuk Sang Tiran
  • A Family of Villains
  • Kalah Duel Jadi Waria
  • Sin of The Villainess
  • Aveline Beyond Her Fate
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • AS : The Side Character's Rebirth
  • I Became the Villain's Nursemaid
  • Hanya Ingin Menjalani Hidup Santai dan Menunggu Kematian,

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido