MARVEL
  • WpView
    Leituras 230
  • WpVote
    Votos 21
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadMaduroEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qua, dez 3, 2025
WpInfo
Ficção
Romance
#Fiksi Remaja Dari ia kecil ia sudah merasakan disiksa secara mental dan fisik membuat ia tumbuh sebagai remaja yang dingin dan tak tersentuh. Ia membangun tembok terhadap orang di sekitarnya dan melarang keras orang-orang yang ingin mengulik kehidupannya. Seorang Ayah yang seharusnya menjadi pahlawan untuknya begitu bernafsu ingin membunuhnya. Marvel berharap pada semesta agar mencabut nyawanya saja, namun keinginan itu tidak pernah terjawab sampai ia berusia 18 tahun. Didikan keras yang Marvel rasakan membuat dia terjun kedalam dunia gelap. Diam-diam tanpa sepengetahuan orang tuanya ia ikut kedalam geng motor yang saat itu sedang terkenal bahkan nama gengnya sampai ke luar pulau jawa. Sosoknya yang dingin dan warna matanya yang biru membuat Arleo-ketua geng motor Scorpio, nama yang sesuai dengan zodiaknya, menunjuk Marvel sebagai ketua Scorpio. Sosok dingin itu membuat Arleo tertarik pada Marvel, ia sangat yakin Marvel bisa memimpin Scorpio. Marvel menerimanya tanpa basa-basi. Saat masuk ke kelas 3 SMA, Marvel kira masa kelas 3-nya akan sama seperti kelas 1 dan 2, hambar dan membosankan. Namun, pikiran itu dipatahkan ketika mata birunya melihat salah satu murid baru kelas 1 yang wajahnya begitu manis. Tatapannya polos dan seperti orang bego. Marvel tertarik melihat senyuman manis itu saat ia tersenyum membalas senyuman orang di sebelahnya. "Milsha gue suka sama lo," bisik Marvel dingin dengan mata biru itu memandang Milsha lekat.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • GRAVARENZO

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo