abadi

abadi

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 7, 2025
"Gue mau ke Bandung" Suara di seberang itu terasa dingin, membuat lidahnya terasa kelu. Hanya itu? Semudah itu? "Tiba-tiba?" gumamnya, mencoba menyamarkan keterkejutan di balik tawa hambar yang justru terdengar menusuk di telinganya sendiri, "Udah rencana dari bulan kemarin," jawab suara di seberang telpon, nadanya biasa saja, tanpa beban. "Cuma, gue berangkat bulan ini." "Kapan?" tanyaku lagi. Udara di sekitar mendadak terasa kaku dan membeku "Besok" Saat kata itu terucap, seolah dunia menarik karpet dari bawah kakiku. Untuk saat ini ia tahu, semesta seakan tak berpihak padanya. aku menarik napas dalam-dalam, setidaknya aku memerlukan satu janji. "Kita bisa ketemu lagi?" tanya ku perlahan, Hening sejenak. Suara di seberang tak menawarkan janji manis, tak pula penolakan tegas. "ngga mungkin.." jawabnya datar. "Tunggu Tuhan saja yang buat takdirnya." Telepon terputus tak lama setelahnya. Kata-kata itu, 'Tunggu Tuhan', terdengar ironis. la pergi tanpa kepastian, tanpa janji, meninggalkan nya dalam sesal dan diam
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The King & The Doctor
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine
  • I Want to Live
  • JEEVANA
  • Love at Time's Brink
  • NIGHT NOISES (ONGOING) || Romance Horror
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • Given || Ju Jihoon
  • Second
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS

Aresh-seorang Dokter dari zaman Modern tiba-tiba terlempar ke sebuah negeri kuno yang masih ketinggalan zaman. Ia siap untuk mengacak-acak kerajaan mereka dengan kejeniusan, dan ilmu pengetahuannya yang sudah modern. Awalnya Aresh memutuskan untuk membantu mereka dengan menjadi pelayan istana, tapi ... ketika ia teringat bahwa dirinya itu cukup di hargai di tempat asalnya, dia berubah pikiran. "Bersumpahlah kau akan menjadi pelayanku yang setia!" -Raja Shaka "Pelayan? Bodoh ... aku juga ingin menjadi seorang raja." -Aresh

More details
WpActionLinkContent Guidelines