Prolog
Salah arah
(Aliya Nadhira)
Pagi itu matahari tak kunjung tiba, bahkan hampir sebagian santri salah menentukan jam, seperti bubble chat ku yang seharusnya tak pernah kukirim.
"assalamualaikum kang, udah makan?"
Pagi yang gelap itu benar-benar menyesatkanku. Pesan itu benar benar terkirim. Titik biru muncul. Laluu..., Balasan lebih cepat dari yang dikira.
"waalaikum salam dek. Sampun, alhamdulliah"
"Lek adek pripun?"
Kata itu seakan menggelitik hati Aliya, dia merasa janggal. Namun, terlambat dia sudah merasa nyaman di zona yang salah.
Sejak pagi yang redup itu mereka terlalu nyaman dalam kehangatan kegelapan. Dan percakapan yang terlihat nyaman itu menjadi pesan terlarang yang harusnya tak pernah ia kirimkan.
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.