Sepuluh mahasiswa laki-laki dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta dikirim untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sebuah desa terpencil bernama Ciparahi, Jawa Tengah. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia Batak, Malang, Aceh, Jakarta, Surabaya, Kalimantan, Riau, Bali, dan Sumatra membawa budaya, karakter, dan kebiasaan unik masing-masing.
Di awal, mereka tidak saling mengenal, canggung, dan sering salah paham karena perbedaan sifat dan logat bahasa. Dari Bima yang serius dan cerewet ala Batak, Hasan yang santai dan cuek ala Malang, hingga Seno yang tegas ala Aceh, dinamika mereka membuat suasana awal KKN menjadi kocak dan penuh kekonyolan.
All Rights Reserved