Story cover for Invisia by Arunius
Invisia
  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Nov 05, 2025
Prili, siswi SMP yang hidupnya datar dan penuh rasa sepi. tak pernah menyangka satu obrolan iseng di internet bisa mengubah segalanya.
Ketika orang asing itu bertanya, "Kalau kamu bisa punya kekuatan, kamu mau kekuatan apa?".Prili hanya menjawab singkat: "Menghilang."
Keesokan harinya, jawabannya menjadi kenyataan.tubuhnya menjadi tembus pandang dan tak terlihat.

Di tempat lain Bayu remaja SMA miskin,tapi ambisius. Dia juga  mendapat pesan serupa dari akun misterius di game online.
Dia menjawab ingin menjadi Kebal dan kuat,berlari secepat kilat, dan mengendalikan waktu.
keesokan paginya ketika dia buru buru menyeberang jalan raya sebuah truk yang menabraknya justru hancur berkeping-keping.

Mereka tak saling kenal, tapi dihubungkan oleh hal yang sama
Seseorang, atau sesuatu, sedang memperhatikan mereka.
All Rights Reserved
Sign up to add Invisia to your library and receive updates
or
#312superpower
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Djanaka's Bitter Life cover
My daddy (21+) ON GOING cover
Veil of Stardust cover
BOUND WITHOUT LOVE cover
Ayyara & Abang Pras cover
Simfoni Jiwa cover
Hold Me With Your Lies [END] cover
Kesempatan Kedua Heraya cover
A T L A N T I S : JENDRA cover
Cuma Radan cover

Djanaka's Bitter Life

34 parts Ongoing

Djanaka lahir di tengah keluarga yang namanya diagungkan di kota. Nama yang sebagai jaminan kehormatan, namun bagi Naka, nama itu hanyalah beban yang tak punya tempat bersandar. Di rumah megah itu, kasih sayang ternyata memiliki standar yang kejam. Karena ia dianggap "berbeda"-mungkin karena fisik, mungkin karena pembawaannya-ia menjadi orang asing di bawah atap yang sama. Di saat saudara-saudaranya yang lain dipeluk dengan hangat, Naka justru diasingkan dalam keramaian. Pada usia empat tahun, saat anak-anak sebayanya baru belajar mengeja warna, Naka sudah dipaksa fasih mengeja kerasnya kehidupan. la adalah ironi yang berjalan. Ayahnya adalah orang berada, namun Naka adalah jiwa yang terlantar. Naka itu beda, jika kakak-kakaknya memanggil orang tua mereka dengan sebutan daddy dan mommy jika naka lebih suka memanggilnya dengan ayah bunda.