Kau abadi di setiap ceritaku

Kau abadi di setiap ceritaku

  • WpView
    LECTURAS 31
  • WpVote
    Votos 9
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, nov 8, 2025
Abadi..... Semuanya ini berawal dari pantai itu, tempat di mana laut, angin, ombak dan senja mempertemukan mereka. Aruna tak menyangka, pertemuan sesederhana ini bisa mengubah hidupnya. Cakra hadir dengan tenang, tapi selalu meninggalkan pesan yang sangat sulit dijelaskan. Ia berbeda dari orang lain, seperti ombak yang benar-benar pergi tapi masih menyisakan bekas yang dalam. Hari-hari berikutnya, Aruna belajar banyak dari Cakra. Tentang suatu keberanian, kasih sayang, dan Cakra memaknai diam. Tapi di balik tawa dan percakapan mereka, seperti ada sesuatu yang tidak bisa terucap..... sesuatu yang perlahan mengabur bersama waktu. ------------------------------------- Cincin......... rajin rajin ya baca sama vote, kalau bisa komen juga. Supaya author lebih sering upp, i love you pembaca kuu 🌸💖
Todos los derechos reservados
#318
perhatian
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Nala dan Mas Juragan
  • Nakula
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido