GALASMIRA

GALASMIRA

  • WpView
    Reads 85,512
  • WpVote
    Votes 5,288
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 24, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Romance
Bad Boy
Dark Romance
Galabrata Respati Adhiwisomo menggeram kesal karena seorang gadis belia, anak dari sopir pribadi pula perawat kebun keluarga Adhiwisomo yang secara tak sengaja menabrak dirinya sambil membawa satu tandan pisang muli. Mata si gadis langsung terbelalak ketika sisa getah di ujung tandan menodai kemeja putih nan bersih. Dengan nyali menciut kepala si gadis mendongak ke atas dan mendapati seorang pria berbadan sangat besar sedang menahan umpatan. "Kau tidak menggunakan matamu? Apa matamu buta? Ini kemeja kesayangan saya!" ✓NOTE: ~Tata bahasa mendayu-dayu ☺ ~Tidak ada Double update. ~Update setiap target vote terpenuhi. ~Tidak ada IG, KK, Tiktok. Only Wattpad. ~Tidak ada gambar ilustrasi karakter. ~Gambar Cover from "X" TINGGALKAN JEJAK BERUPA VOTE (utama) / BISA BERKOMENTAR POSITIF. ITU BERPENGARUH PADA SEMANGAT PENULIS UNTUK GIAT MENULIS DI KARYA-KARYA LAINNYA. ✓JANGAN JADI SILENT READERS. ✓JANGAN MENJIPLAK / MENIRU / MENGCOPY PASTE KARYA ORANG, PLS JANGAN PLAGIAT SAYANGKU🌹
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE IDOL'S HIDDEN LUST (TAMAT)
  • BOUND TO YOU
  • Dirty Secret (MOVE TO DREAME)
  • Stay With Me, Dayana
  • THE SWEETEST ADDICTION (TAMAT)
  • Dulce
  • Love Scandal: GALIH
  • Jeval
  • Full Money Full Love (21+)
  • 𝐃𝐈𝐑𝐓𝐘 𝐓𝐀𝐁

"Lepas, Mas! Aku bisa aduin ini ke Juna!" teriak Avaya, suaranya gemetar ketakutan, tapi terdengar teredam, seperti terperangkap dalam kotak. Arya hanya terkekeh dingin. Dengan gerakan kasar, dia meraih ujung kaos hitamnya dan menariknya lewat atas kepala. "Terus Juna bisa apa?" ejeknya sinis, sambil melangkah mendekat. Avaya berusaha lari ke pintu, mencoba memutar kenopnya dengan liar. Tapi terkunci. Dia memukul-mukul pintu yang berat itu. "Tolong! Tolong!" teriaknya, panik, tapi suaranya hanya bergema lemah di dalam ruangan kedap suara itu. Arya sudah berdiri di belakangnya. Dengan mudahnya, dia memutar tubuh Avaya yang ringkih dan mendorongnya hingga terjatuh ke atas kasur. "Mau apa kamu, Mas? Aku bakal teriak!" ancam Avaya, suaranya parau ketakutan. ⊱ ʚĭɞ ⊰ ◦ ◦ ◦ ❁ Nona Lebah ❁ ◦ ◦ ◦ ⊱ ʚĭɞ ⊰ Peringatan: STOP! Cerita ini mengandung konten dewasa 🔞 , perilaku toxic, kekerasan emosional, dan dinamika yang sangat tidak sehat. Jika kamu mencari hubungan yang setara dan sehat, kamu berada di tempat yang salah. BERHENTILAH DI SINI. Cukup sampai di sini dan pergilah. Karena di dalam sini, hanya ada obsesi yang merusak. "Teriak aja," bisik Arya, napasnya sudah dekat di telinga Avaya. "Nggak akan ada yang denger. Apa lagi perduli." Sebelum Avaya bisa berteriak atau melawan lebih jauh, Arya sudah mencium Avaya dengan paksa, sebuah ciuman yang keras, penuh kuasa dan amarah, bukan penuh kasih. Sebuah pelampiasan dari segala kekecewaan dan rasa sakit yang selama ini ia pendam. Dengan gerakan kasar dan penuh kuasa, tangan Arya yang besar mencengkeram kerah blus Avaya. Kain itu meregang sebelum akhirnya terkoyak. Suara kancing-kancing kecil yang berhamburan ke lantai ⊱ ʚĭɞ ⊰ ◦ ◦ ◦ ❁ Nona Lebah ❁ ◦ ◦ ◦ ⊱ ʚĭɞ ⊰

More details
WpActionLinkContent Guidelines