We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Algoritma Hati

Algoritma Hati

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 16, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Seorang gadis jenius berusia 19 tahun, Binar Cahaya, yang memproses dunia melalui logika murni dan tidak mampu merasakan emosi akibat trauma masa kecil, memulai sebuah "proyek riset" untuk memahami perasaan manusia sebelum ia masuk kuliah. Penelitiannya membawanya ke "Pustaka Gema Jiwa", sebuah toko buku tua atmosferik yang dijaga oleh Damar (27), seorang mantan psikolog hyper-empath yang bisa merasakan gema emosi yang tertinggal di buku-buku bekas. Damar setuju menjadi pemandunya, menggunakan buku-buku tersebut untuk memaparkan Cahaya pada berbagai perasaan, namun "terapi" mereka terbentur pada sebuah misteri: sebuah buku dongeng dari masa kecil Cahaya yang hampa secara emosional. Penyelidikan mereka atas buku hampa itu mengarah pada klimaks di sebuah taman bermain, di mana terungkap bahwa mereka berdua terhubung oleh takdir melalui insiden trauma yang sama di masa lalu. Pengungkapan ini akhirnya meruntuhkan perisai logika Cahaya, memicu katarsis "tangisan pilu" pertamanya, dan memungkinkan keduanya untuk menyembuhkan luka lama mereka serta memulai sebuah sintesis baru antara logika dan rasa.
All Rights Reserved
#211
ceritaromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Salah Status
  • Prahara Lamaran [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Kembang Desa
  • Nakula
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines