Seorang pemuda yang gemar menulis diam-diam, bukan karena ingin terkenal, tapi karena ada sesuatu yang ingin ia simpan, bukan dibagikan.
Ia menulis tentang seseorang - sosok yang tak pernah benar-benar ia sapa, namun begitu sering hadir di setiap baris kalimatnya.
Baginya, menulis adalah cara paling tenang untuk mencintai tanpa menyentuh. Setiap huruf yang ia rangkai terasa seperti langkah hati yang ragu, tapi tulus. Ia menatap dari jauh, di antara keramaian kampus, di antara tawa yang bukan miliknya, mencoba menerima bahwa beberapa perasaan memang diciptakan untuk tetap tersembunyi.
Tak ada yang tahu siapa yang menjadi sumber inspirasinya, tak ada yang menyadari bahwa di balik senyumnya yang tenang, ada dunia kecil yang penuh kalimat tak tersampaikan. Ia menulis bukan untuk dibaca, tapi untuk mengingat.
Karena ia percaya, jika perasaan tak bisa hidup di dunia nyata, maka biarlah ia hidup di halaman-halaman cerita. Sampai akhirnya, suatu hari, waktu mempertemukannya kembali - bukan untuk mengulang, tapi untuk menuntaskan yang tak pernah sempat diucap.
Sebuah kisah tentang diam yang bermakna, tentang perasaan yang tak pernah selesai, dan tentang bagaimana seseorang bisa menjadi abadi, hanya karena pernah ditulis dengan tulus.o
belajar bahasa korea pada part.1 ini mengajarkan tentang hangul. huruf huruf hangul. cara menggunakan. dan cara penggabungan. Dan juga sedikit kosa kata.