Keluarga kecil Papa Boy dan Papi Eza selalu tampak harmonis. Mereka hidup dengan penuh tawa bersama satu-satunya anak laki-laki mereka yang manis dan penurut - Najib. Hidup terasa damai, hingga kabar datang dari teman lama mereka, Papa Tian dan Papi Arvin, yang baru saja kembali dari Rusia setelah bertahun-tahun tinggal di sana.
Mereka datang bersama putra tunggal mereka, Rassel - remaja kelas 12 yang terkenal cuek, dingin, dan sulit didekati. Karena permintaan orang tuanya, Rassel akhirnya melanjutkan sekolah di SMK Garuda Muda, Magelang. Tak disangka, di sekolah itulah ia bertemu dengan Najib, si siswa kelas 10 yang lembut, ceria, dan mudah gugup.
Namun pertemuan itu tidak berjalan manis. Rassel justru membenci kehadiran Najib tanpa alasan jelas, menjulukinya "Bocah Cupu" dan sering membuatnya jadi bahan ejekan. Najib hanya bisa menunduk dan menahan perih, tak tahu mengapa dirinya begitu dibenci.
Tiga bulan berlalu-tanpa disangka, dunia mereka berbalik. Pertemuan kedua keluarga berujung pada keputusan mengejutkan: Najib dan Rassel dijodohkan.
Dua hati yang bertolak belakang kini dipaksa berjalan beriringan, antara kebencian yang belum padam dan perasaan baru yang perlahan tumbuh di antara luka.
Apakah Rassel akan tetap menolak "bocah cupu" itu?
Atau justru ia akan menemukan cinta di balik sosok yang dulu ia rendahkan?
💍 "Kadang, jodoh datang bukan karena cinta pada pandangan pertama... tapi karena takdir ingin kita belajar mencintai yang tak kita duga." 💍
---
Tidak ada yang pernah benar-benar tahu seberapa besar arti seseorang, sampai ia hadir dalam setiap detik hidup kita.
Bagi Najib, Rassel adalah segalanya. Sosok yang keras kepala, galak, tapi entah kenapa selalu tahu kapan ia sedang rapuh. Orang yang tidak pernah benar-benar meninggalkan, meski Najib sering membuat masalah.
Perhatian Rassel bukan perhatian biasa. Ia bukan tipe orang yang banyak bicara manis, bukan juga yang sering memberi janji kosong. Tapi sekali ia menatap dengan sorot matanya yang tajam, Najib tahu-ada rasa peduli di balik semua itu.
Rassel adalah orang pertama yang akan mengulurkan tangan ketika Najib jatuh, tapi juga orang pertama yang akan membentaknya habis-habisan kalau Najib melakukan kebodohan. Ia hadir sebagai tamparan sekaligus pelukan.