Terikat dalam Waktu

Terikat dalam Waktu

  • WpView
    LECTURAS 61
  • WpVote
    Votos 12
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, feb 9, 2026
WpInfo
Ficción
Romance
"Dunia ini terlalu ribet dan bertele-tele, untung ada kamu yang selalu siap buat meringkas duniaku hehe." ucap gadis cantik, Ayunda namanya. Lelaki itu tertawa kecil. "Meringkas? Berarti nggak asik, ya? Soalnya aku terlalu mempersingkat dunia kamu," Ayunda menatap lelaki itu dengan bibir mengerucut. "Maksudnya, karena ada kamu duniaku jadi lebih penting dan indah buat dijalani, soalnya ada kamu, Kairo!" Lelaki itu tak lain tak bukan adalah Kairo, sorang lelaki yang sudah hampir enam bulan menemani keseharian Ayunda. Apakah Ayunda bahagia? Hey, tidakkah kalian melihat binar bahagia di wajah Ayunda ketika berbicara dengan Kairo? Itu sangat jelas sekali jika Ayunda begitu bahagia di dekat Kairo. Pertemuan yang dulu tak pernah Ayunda sangka, ternyata membawanya ke dalam dunia yang jauh lebih indah dan berwarna. Ayunda kira dunianya hanya sebatas novel, novel, dan novel, tapi sekarang berbeda. Bedanya sekarang Ayunda tidak sendiri lagi ketika membaca novel, ada Kairo yang siap menemani. Tapi kisah mereka tidak semulus yang dibayangkan. Ternyata dibalik kebahagiaan Ayunda dan Kairo, lelaki itu tiba-tiba memberikan kabar yang tak mengenakan. "Aku mau lanjut study keluar negeri." ujarnya. "Lama?" tanya Ayunda. "Empat tahun." jawab Kairo. "Kai, aku suka sama kamu. Kalau aku suruh kamu buat jaga hati disana dan kembali ke aku setelah study mu selesai, bisa?" ucap Ayunda menatap netra tajam Kairo. *** Dibaca bukan dijiplak. Menghargai penulis itu point utama. Follow dulu sebelum baca. Jadilah pembaca yang baik dan setia ya. Start: 09 November 2025 Ending: -
Todos los derechos reservados
#456
pendidikan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • The Time

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido