
Katresnan ora tansah mbutuh wektu kanggo urip, kadhang mung butuh siji ati sing gelem ngenteni. Di pulau kecil beraroma jeruk, dua jiwa bertemu, Acen, pemuda laut yang hilang arah, dan Nara, anak kebun yang menunggu dengan hati setia. Cinta mereka lahir di antara angin dan musim, terpisah oleh badai, tapi tak pernah benar-benar padam. Sebab beberapa cinta tak butuh waktu untuk hidup, ia hanya butuh seseorang untuk menunggu.All Rights Reserved